Warga Tajur Bogor Keracunan Gas Kimia

Jumat, 12 Juli 2019 – 16:15 WIB
Puluhan drum yang dibuang sembarangan di kebun Desa Tajur. Sementara warga yang keracunan gas kimia mendapatkan perawatan di rumah sakit. Foto: Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Sejumlah warga di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong.

Warga kesulitan bernapas karena diduga akibat gas kimia yang keluar dari puluhan drum yang berasal dari sebuah perkebunan, Kamis (11/7).

BACA JUGA: Tiang Penyangga Tol BORR Ambruk

Informasi yang dihimpun, aroma gas itu tercium sudah sejak sepekan ini. Bau tajamnya semakin terasa setiap malam. Awalnya warga menduga bau itu berasal dari gas elpiji yang bocor.

BACA JUGA: Gas Pabrik Bocor, 500 Warga Keracunan

BACA JUGA: Pertama dalam 24 Tahun, Warga Terancam Tak Bisa Masuk Istana Bogor

Setelah ditelusuri oleh sejumlah warga lainnya, ternyata bau datang dari drum yang berisikan berbahan kimia yang mencemari udara di wilayah sekitar Pasar Ciplak, Citeureup.

Warga RT01/02 Desa Tajur, Nita Saodah, 50, mengaku telah mencium bau tersebut selama seminggu belakangan. Bau itu keluar setiap malam hari. “Kadang siang hari juga kecium baunya,” kata Nita kepada Radar Bogor.

BACA JUGA: Truk vs Motor di Bogor, Satu Tewas

Dugaan Nita ternyata salah. Bau tersebut bukan berasal dari gas elpiji di rumahnya. Melainkan, bau zat kimia yang sepekan terakhir mencemari udara di wilayah Desa Tajur.

Hal itu diketahui Nita saat sejumlah warga lainnya mencium bau yang sama. “Paginya sudah ramai. Ternyata kata warga ada drum kimia yang dibuang di sekitar kantor desa. Baunya menyengat sekali sampai ke sini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tewas Misterius, 6 Warga Ternyata Keracunan

Adanya pembuangan drum berbau zat kimia itu membuat sejumlah warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Ika Kartika, 43, warga RT04/01, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup pada Rabu (10/07) malam, terpaksa dibawa ke RS Sentra Medika. “Lagi santai tiduran. Mau tidur memang. Tiba-tiba bau seperti gas itu sangat menyengat sekali,” ujarnya.

Selama 30 menit Ika menghirup bau itu, lalu dia pun mengalami muntah-muntah dan pusing. Lantas, Ika jatuh pingsan. Melihat Ika pingsan, kakak kandung Ika, Iin Rukmini, 53, yang saat itu berada di rumah, langsung membawa adiknya ke rumah sakit.

Ika menceritakan, bau gas itu tak hanya membuat napas sesak. Tetapi membikin mata perih dan mual.

Pantauan Radar Bogor, ada sekitar 50 drum kosong berbau zat kimia ditimbun di perkebunan wilayah RT04/01 Desa Tajur, Kecamatan Citeureup.

Terlihat sejumlah drum kosong berwarna putih dalam kondisi sudah kosong dan menganga terbuka. Nampak peringatan mudah terbakar di badan drum. Tertulis juga nama perusahaan kimia Chevron Phillips di badan drum.

BACA JUGA: Duh, Muhaimin Keracunan Ikan Laut

Hingga saat ini belum diketahui siapa pelaku yang menyimpan puluhan gentong berbahan zat kimia tersebut. Pihak kepolisian Polsek Citereup masih mencari pelaku penyimpanan drum kimia tersebut.

Selain itu, untuk menghilangkan bau gas yang tersebar di wilayah Desa tajur, Kecamatan Citeureup itu. Puluhan genton pun dihancurkan pihak kepolisian dengan memotong puluhan drum menggunakan las.

Sementara, untuk mengurangi radiasi gas kimia, Reserse Polsek Citeureup Radius mengatakan, pihaknya langsung menghancurkan puluhan gentong agar bau gasnya hilang.

Hingga kini, pihak kepolisian pun masih mencari pelaku membuang drum itu. “Agar baunya tidak tercium. Jadi kita hancurkan dulu gentongnya. Belum tahu siapa pelakunya,” kata Radius. (cr1/c)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bocah Perempuan Ditemukan Tewas dalam Bak Mandi Kontrakan yang Terkunci


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler