Warga Takut, Gajah Masuk Pemukiman saat Malam

Sabtu, 15 Februari 2014 – 11:14 WIB

jpnn.com - MUARADUA –  Sejak dua hari terakhir, kawanan gajah liar makin mendekati areal permukiman warga di Desa Tanjung Harapan. Sebelumnya, hewan bertubuh besar ini mengubrak-abrik perkebunan warga di Dusun Pinta’an (Desa Telanai), Desa Pere’an, serta Desa Air Rupik dan Desa Banding Agung, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

”Kawanan gajah liar yang berjumlah empat ekor ini sudah masuk ke wilayah Tanjung Harapan, tepatnya talang pancur yang hanya berjarak setengah km dari permukiman warga,” ujar Jumali, warga Pancur, Desa Tanjung Harapan.

BACA JUGA: Delapan Ular Sanca Diamankan

Dikatakan, sudah dua hari ini hewan yang dilindungi tersebut memakan tanaman warga.

”Memang kerusakan yang ditimbulkan kawanan gajah tak  secara global karena hanya area yang dilaluinya yang dirusak. Namun, keberadaannya sangat mengusik ketenangan warga karena tidak hanya tanaman, isi pondok dan sejumlah peralatan bertani pun ikut dirusak,” jelasnya.   

BACA JUGA: Pemecah Ombak Amblas

Kepala Desa Tanjung Harapan Mahyudin mengatakan bahwa keberadaan kawanan gajah liar itu membuat takut warganya untuk beraktivitas di kebun. ”Saat ini warga sangat waswas, karena kawanan gajah masih mengitari perkebunan warga di Talang Pancur,” katanya.

Mahyudin telah mengingatkan warganya untuk berhati-hati dan waspada dengan serangan gajah. ”Bunyikan sesuatu apabila kawanan itu semakin mendekat perkampungan warga,” katanya.

BACA JUGA: Di Tegal, PMI Bagikan 5 Ribu Masker

Apri Zaini, tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD OKU Selatan, mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, wilayah jelajah kawanan gajah liar semakin luas dan mendekat ke kecamatan. ”Seperti biasa gajah itu kembali merusak bahkan sudah menampakkan diri di jalan aspal,” terang  Apri.   

Di malam hari, lanjutnya, kawanan gajah ini bergerak saat warga tengah asik tidur. ”Warga hanya bisa pasrah karena berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir kawanan gajah liar itu agar menjauh dari permukiman dan lokasi perkebunan masyarakat. Mulai dari memukul ketungan hingga menghidupkan petasan, namun tetap saja tak lari jauh,’’ jelasnya.

Apri juga mengaku sudah berulang kali melaporkan masalah ini, bahkan dalam paripurna DPRD, namun tak juga mendapat perhatian pemerintah daerah.

”Kita hanya mengingatkan jangan sampai gangguan itu menimbulkan korban, makanya kita meminta pemkab tanggap dan mencarikan solusi bagaimana menggiring jauh-jauh kawanan itu agar keluar dari wilayah permukiman penduduk,” tandasnya. (dwa/ce6)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalan Pantura Remuk, Dua Nyawa Melayang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler