Warning dari Romo Benny Perihal Menghargai Martabat Manusia Dalam Berbisnis

Rabu, 17 November 2021 – 22:39 WIB

jpnn.com, JAKARTA - IPMI International Business School mengadakan Webinar dengan tema Prinsip Dasar Melakukan Bisnis Berbasis Kristiani” pada Rabu (17/11).

Webinar ini mengajak umat Kristiani harus menciptakan Bisnis Berbasis Kristiani dan Pancasila.

BACA JUGA: Simak, Harapan Romo Benny Kepada Calon Diplomat RI

Romo Antonius Benny Susetyo saat membuka webinar ini menyampaikan tentang Prinsip Dasar Berbisnis Secara Kristiani dan Pancasila.

“Saya melukai manusia berarti saya melukai Tuhan”. Dengan dasar itu, Romo Benny mengajak peserta untuk harus memiliki prinsip untuk menghargai dan melindungi untuk kesejahteraan masyarakat bersama.

BACA JUGA: Reaksi Romo Benny Soal Ritual Pesugihan, Ibu Mencungkil Mata Anak

“Mencerdaskan, adil, dan menjaga hak asasi manusia yang dilakukan dalam kegiatan bisnis berbasis Kristiani serta berpegang teguh kepada Pancasila,” ujar Romo Benny yang juga Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP.

Dia juga mengajak para peserta Webinar untuk mengimplementasikannya dengan keadaan Indonesia pada saat ini.

BACA JUGA: Suropati Syndicate: Banyak Kelompok Gagal Berpikir Soal Bisnis PCR

“Perkembangan ekonomi pada dasarnya adalah melayani manusia. Negara bertugas untuk menjaga dan menjamin ekonomi berjalan adil dan merata serta segala bentuk konflik diselesaikan secara musyawarah,” kata dia.

Menurut Romo Benny, budaya yang harus terus diterapkan dalam bisnis berbasis Kristiani yaitu tidak boleh mencuri, menipu, membayar upah tidak adil, spekulasi, korupsi, merusak milik umum, pengelakan pajak, tidak mengadakan taruhan yang tidak adil, dan tidak melakukan usaha memperhamba manusia.

Berkaitan dengan Pancasila, Romo Benny menyatakan sangat jelas bisnis berbasis Kristiani. Dia mencontoh negara mengakui kemajemukan dan keberagaman yang ada di sekitar masyarakat dan sesuai dengan pelaksanaan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Romo Benny mengingatkan tidak boleh ada praktik diskriminasi, peraturan perundang-undangan yang mengayomi semua warga negara dari hak dan kewajiban setiap masyarakat.

Menurut dia, musyawarah mufakat adalah perwujudan pengutamaan kepentingan bersama di atas pribadi. Sikap kekeluargaan, kegotongroyongan, tidak ada usaha pemerasan dan pemborosan serta hidup bergaya mewah,” katanya.

“Bisnis berbasis kristiani adalah role model yang sudah ditanamkan di setiap jiwa dan raga umat kristiani dalam berbisnis, akan tetapi perlu inovasi dan tidak terlalu diproteksi kegiatannya,” kata Romo Benny.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler