Wasekjen PKB: Pemilu 2024 Momentum Besar Nahdliyin untuk Bersatu

Sabtu, 13 Januari 2024 – 12:01 WIB
Cawapres nomor urut 1 di Pilpres 2024 Muhaimin Iskandar saat menghadiri Haul ke-45 Pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar KH Bisri Syansuri di Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024) malam. Foto: Humas PKB

jpnn.com, JOMBANG - Pemilu 2024

seharusnya menjadi momentum besar bagi warga NU (Nahdliyin) untuk bersatu.

BACA JUGA: Bela Cak Imin Persoalkan Gus Miftah Bagi Duit, Luqman PKB Anggap Nusron Wahid Asbun

Majunya Muhaimin Iskandar (Gus Imin) sebagai calon wakil presiden menjadi jembatan emas bagi Nahdliyin agar bisa mewarnai arah perjalanan bangsa secara lebih signifikan.

“Majunya Gus Imin sebagai cawapres harus dimanfaatkan untuk memastikan aspirasi politik dan harapan agar Nahdliyin lebih sejahtera bisa benar-benar terwujud,” ujar Wakil Sekjen DPP PKB Syaiful Huda di sela-sela Haul ke-45 Pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar KH Bisri Syansuri di Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024) malam.

BACA JUGA: Hadiri Haul KH Bisri Syansuri, Anies: Insyaallah Cicit Beliau Gus Muhaimin Jadi Wapres

Huda mengatakan majunya Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden bersama Anies Baswedan sebagai calon presiden akan memberikan peluang besar bagi Nahdliyin untuk menjadi  episentrum kebijakan pemerintah.

Jika dalam momentum Pemilu-Pemilu sebelumnya Nahdliyin hanya dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral semata, maka hal itu tidak akan terjadi jika Muhaimin Iskandar benar terpilih sebagai wakil presiden di Pemilu 2024.

BACA JUGA: Gus Muhaimin: Slepetnomics, Bangun Indonesia Pakai Hati dan Otak

“Selama ini kita sering mengeluh jika Nahdliyin hanya menjadi daun salam, pendorong mobil mogok yang ditinggal atau dibuang setelah kontestasi politik dimenangkan, maka hal itu dipastikan tidak terulang jika Mas Anies dan Gus Imin terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024,” ujarnya.

Dia mengungkapkan ada dua faktor yang akan memastikan Nahdliyin menjadi episentrum kebijakan pemerintah jika pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) terpilih dalam Pemilu 2024.

Pertama, Anies dan Muhaimin telah terikat pada kepemimpinan dwi tunggal yang akan saling melengkapi.

Kedua faktor Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum DPP PKB yang akan mempunyai nilai tawar lebih dalam pemerintahan.

“Dua hal ini akan membedakan dengan cerita masa lalu di mana suara dan figur dari Nahdliyin kerap kali diajak kelompok lain sebaga vote getter dalam Pemilu dan diperankan seadanya saat mereka benar-benar memegang tampuk kekuasaan,” katanya.

Alumnus Ponpes Denanyar ini menegaskan akan sangat disayangkan jika dalam momentum Pemilu 2024 suara Nahdliyin tetap terpecah belah.

Menurut Hada, momentum majunya seorang kader tulen NU dengan nilai tawar politik tinggi seperti Muhaimin Iskandar dalam Pemilu Presiden bisa jadi tidak terjadi setiap dua puluh tahun sekali.

“Jika momentum 2024 ini dilewatkan begitu saja, maka keinginan mayoritas Nahdliyin agar mereka tidak sekadar jadi bancakan suara bisa jadi tidak akan terwujud dalam waktu dekat,” pungkas Huda.(fri/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler