Waskita Toll Road Percepat Pembangunan Tol Transjawa

Kamis, 12 April 2018 – 15:56 WIB
PT Waskita Toll Road. Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - PT Waskita Toll Road (WTR) bakal mempercepat penyelesaian sejumlah ruas tol di Jawa agar bisa dilalui saat mudik lebaran tahun ini.

Hal itu dilakukan WTR setelah mengantongi dana senilai Rp 5 triliun melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Ekuitas.

BACA JUGA: Sandi Ingin PT Waskita Karya Diberikan Sanksi

"Sesuai komitmen kami, jalur tol Transjawa sudah bisa digunakan secara operasional pada mudik lebaran tahun ini. Sebagian dana hasil RDPT Ekuitas akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan sejumlah ruas tol Transjawa," ujar Direktur Utama Waskita Toll Road, Herwidiakto, Kamis (12/4).

Awal pekan ini, WTR telah menyelesaikan penerbitan RDPT Danareksa Infrastruktur Trans Jawa (RDPT) yang diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk sebagai Bank Kustodian, di mana dalam transaksi ini Danareksa Sekuritas bertindak sebagai arranger.

BACA JUGA: Tersangka Insiden Rusun Pasar Rumput Segera Diumumkan

Transaksi RDPT terbesar ini juga melibatkan Ary Zulfikar & Patners sebagai konsultan hukum.

Herwidiakto menjelaskan, RDPT Ekuitas ini menggunakan underlying asset saham WTR di perusahaan investasinya yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR).

BACA JUGA: Proyek Waskita Makan Korban Lagi, ini yang Dilakukan BUMN

Saat ini WTTR mengelola tiga ruas tol yaitu Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang dan Pasuruan-Probolinggo dengan panjang ruas tol keseluruhan mencapai 123,8 km.

Sementara Direktur Utama Danareksa Sekuritas Jenpino Ngabdi menjelaskan, RDPT ekuitas ini akan menggunakan dua skema transaksi. Skema pertama, WTR akan mengalihkan 57,14 persen saham lama WTTR kepada RDPT senilai Rp 2,85 triliun.

Selanjutnya, WTTR akan menerbitkan saham baru sebesar 30 persen kepada RDPT senilai Rp 2,15 triliun. Setelah transaksi ini RDPT akan menguasai 70 persen saham WTTR, sementara saham WTR berkurang dari 99 persen menjadi 30 persen.

“RDPT ini merupakan solusi pendanaan alternatif bagi investor profesional dan proyek-proyek infrastruktur. Skema produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek maupun investor,” kata Jenpino.

Hingga akhir Maret 2018 WTR memiliki dan mengelola jalan tol melalui anak usahanya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sebanyak 18 ruas tol.

Di antaranya yakni ruas tol Becakayu, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Cinere-Serpong, Cimanggis-Cibitung, Krian-Legundi-Bunder, Ciawi-Sukabumi, Depok-Antasari, Pemalang-Batang, Batang-Semarang.Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dan Cibitung-Cilincing. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementerian BUMN Bakal Benahi Manajemen Waskita?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler