Waspada, 7 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Meningkatkan Risiko Anda Terserang Diabetes

Sabtu, 24 September 2022 – 05:54 WIB
Ilustrasi Stres. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - DIABETES tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang orang.

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 420 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan angka ini hanya menunjukkan tren naik.

BACA JUGA: 5 Minuman yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Diabetes disebabkan karena kadar gula darah yang sering naik.

Selain karena faktor keturunan, beberapa kebiasaan buruk ini ternyata bisa meningkatkan risiko Anda terserang diabetes.

BACA JUGA: Waspada, 3 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Menurunkan Kesuburan Pria

Berikut penjelasannya, seperti dikutip laman Healthshots.

https://www.healthshots.com/preventive-care/self-care/diabetes-risk-factors-7-lifestyle-habits-which-lead-to-blood-sugar-problems/

BACA JUGA: 10 Buah Sehat yang Menjadi Pantangan Penderita Diabetes

1. Gaya hidup menetap

Salah satu kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko Anda terserang diabetes ialah gaya hidup menetap.

Duduk lebih lama, imobilitas, dan kurang bergerak terbukti sama berisikonya dengan merokok bagi kesehatan jantung, paru-paru, dan penyakit terkait gaya hidup secara keseluruhan.

Penelitian telah mengaitkan bahwa timbulnya diabetes tipe 2 lebih banyak terjadi pada orang yang kurang melakukan aktivitas rutin di sana.

2. Diet tinggi kalori

Konsumsi kalori yang berlebihan menyebabkan kenaikan berat badan, dan membuat seseorang rentan terhadap diabetes tipe 2.

Kalori perlu dikonsumsi secara proporsional dengan pengerahan tenaga dan pengeluaran harian, tergantung pada pekerjaan yang dilakukan setiap individu.

Oleh karena itu, kalori yang dibutuhkan lebih rendah pada orang dengan pekerjaan yang kurang aktif, dan mereka harus memantau asupan makanan yang sesuai.

3. Kurang olahraga

Penelitian telah membuktikan manfaat olahraga untuk kesehatan pernapasan kardio yang baik, tetapi juga menunjukkan hasil dalam memperpanjang timbulnya diabetes pada kelompok orang dengan riwayat keluarga diabetes.

Tidak hanya membantu dalam menunda timbulnya diabetes, tetapi juga membantu dalam menjaga kadar gula pada pasien diabetes.

Waktu olahraga yang disarankan adalah setidaknya 150 menit seminggu, berolahraga setidaknya 5 hari seminggu.

4. Merokok dan alkohol

Merokok berlebihan dan konsumsi alkohol secara langsung dikaitkan dengan penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan juga diabetes.

Merokok berdampak pada pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah, sehingga rentan terkena serangan jantung.

Ini juga meningkatkan risiko resistensi insulin yang menyebabkan diabetes.

Konsumsi alkohol yang berlebihan menimbulkan perlemakan hati yang pada gilirannya bisa menyebabkan resistensi insulin dan diabetes.

5. Kurang gizi

Kekurangan zat gizi makro dan mikro esensial bisa menyebabkan berbagai kekurangan dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Konsumsi sayuran berdaun hijau, diet vegan atau diet Mediterania telah menunjukkan manfaat dalam memperpanjang onset diabetes dalam beberapa penelitian.

Kekurangan vitamin D yang berkepanjangan juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Diet sehat yang terdiri dari protein, serat, lemak esensial dan karbohidrat kompleks telah menunjukkan manfaat dalam mengendalikan kadar gula darah dan insulin dalam tubuh.

6. Obesitas

Peningkatan lemak visceral memiliki hubungan langsung dengan resistensi insulin, sehingga peningkatan berat badan terutama di sekitar batang tubuh dapat menyebabkan diabetes lebih awal dibandingkan pada individu dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

7. Stres

Stres bisa dengan mental atau fisik, yang bsa mengganggu rutinitas sehari-hari dan ritme sirkadian normal tubuh, menyebabkan obesitas, resistensi insulin dan akhirnya diabetes.

Kurang tidur telah terbukti menjadi salah satu faktor risiko penyakit terkait gaya hidup, oleh karena itu tingkat stres perlu dikelola dengan rutinitas olahraga, meditasi, dan diet sehat.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany Elisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler