Waspada, Angka Kematian Ibu di Daerah ini Tinggi

Selasa, 15 Februari 2022 – 22:18 WIB
Penanggungjawab (PJ) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Maya Octaviyani Rahmola. (ANTARA/Susanti Sako)

jpnn.com, GORONTALO UTARA - Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara mencatat angka kematian ibu di daerah tersebut tergolong tinggi sepanjang 2021.

Menurut penanggungjawab (PJ) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Maya Octaviyani Rahmola, kasus kematian didominasi paparan Covid-19.

BACA JUGA: Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Kemenkes Siapkan 4.180 USG Portable pada 2022

"AKI (angka kematian ibu) mencapai 13 kasus atau 612/100 ribu kelahiran hidup (KH) sepanjang 2021," ujar Maya Octaviyani Rahmola di Gorontalo, Selasa (15/2).

Dia mengatakan sebaran AKI ada di delapan kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di daerah itu.

BACA JUGA: Hakim Putuskan Nasib 9 Bayi yang Dilahirkan Korban Pemerkosaan Herry Wirawan, Begini

Yaitu di Kecamatan Gentuma dua kasus, Tomilito satu kasus, Kwandang dua kasus, Anggrek satu kasus, Sumalata empat kasus.

Kemudian di Buloila satu kasus, Biau satu kasus dan Tolinggula satu kasus.

BACA JUGA: Seorang Anak Diduga Diperkosa 9 Pelaku, 4 Teman Ayah Korban, Perindo Bergerak

Penyebab AKI, kata dia, didominasi akibat paparan virus corona atau terkonfirmasi positif Covid-19 yang mencapai lima kasus.

Sedangkan kasus lainnya diakibatkan karena perdarahan, eklamsi serta penyakit penyerta.

Kondisi itu perlu ditangani serius, mengingat jumlah 13 kasus tergolong tinggi.

"Sebanyak dua kasus kematian ibu saja sudah tergolong tinggi, apalagi telah mencapai di atas 10 kasus," katanya.

Tahun 2022 ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan melaksanakan program penanganan sangat serius untuk AKI dan angka kematian bayi (AKB).

"Kami telah menentukan lokasi fokus (lokus) untuk menangani AKI dan AKB di daerah ini, dengan harapan nol kasus 2022," katanya.

Beberapa upaya yang akan dilakukan dan dilaksanakan pada seluruh cakupan wilayah pelayanan kesehatan di 11 kecamatan oleh 15 puskesmas.

Seperti pemberian makanan tambahan, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan perawatan ibu hamil dari kekurangan gizi dan anemia.

"Ibu hamil diingatkan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) baik di dalam rumah maupun saat bepergian untuk mencegah penularan Covid-19," katanya.

Ibu hamil pun diharapkan tetap memakai masker, menjaga kesehatan tubuh dan kehamilannya, makan makanan bergizi serta menghindari kontak langsung dengan orang yang baru ditemui.

Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19, khususnya varian omicron.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler