jpnn.com, PALEMBANG - PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) mensiagakan seluruh personil lapangan dan peralatan pendukung untuk mengatasi gangguan jaringan listrik.
Hal ini mengingat musim penghujan terjadi beberapa waktu terakhir yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrim.
BACA JUGA: Pastikan Listrik Andal pada Gelaran Piala Dunia U-17, PLN Hadirkan Digitalisasi Monitoring di JIS
Seringkali terjadi pohon tumbang atap seng atau baliho yang diterbangkan angin kencang mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas publik.
Jaringan listrik PLN juga tak luput dari gangguan yang diakibatkan oleh batang pohon atau atap seng yang menimpa kabel dan menyebabkan listrik padam.
BACA JUGA: Siaga Kelistrikan di KPU Selama Pemilu, PLN Siapkan Digitalisasi Monitoring Pasokan Listrik
Manajer Distribusi PLN UID S2JB Frans Handoko menjelaskan bahwa PLN telah melakukan tindakan preventif selain beberapa tindakan corrective lainnya.
Seperti penjadwalan pemeliharaan guna meminimalisir gangguan teknis di lapangan, bahkan optimalisasi tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) dengan tim yang tersertifikasi telah dikerahkan agar pemeliharaan dapat berjalan tanpa padam, setidaknya sebanyak 52 titik lokasi telah dilakukan pemeliharaan teknis secara PDKB dalam bulan ini.
BACA JUGA: Program Yantek Optimization, Wujud Komitmen PLN Tingkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Digitalisasi
Gelar peralatan ini rutin dilakukan, guna memastikan kelengkapan peralatan sehingga memunjang pekerjaan berjalan lancar dan optimal hingga memaksimalkan sarana komunikasi seperti WAG untuk berkomunikasi dengan stakeholder kunci.
"Untuk diketahui bahwa PLN juga tidak pernah ingin terjadi padam, karena tidak ada penyaluran listrik yang berarti energi listrik juga tidak terjual" jelas Frans melalui press release yang diterima JPNN.com, Kamis (23/11).
Terpisah, Manager Komunikasi & TJSL PLN UID S2JB Iwan Arissetyadhi mengungkapkan bahwa sarana komunikasi pada saat ini sangat mudah diakses.
Gerbang informasi sudah sangat terbuka lebar, kemudahan mencari informasi lewat media sosial, media massa bahkan aplikasi sudah tersedia.
"Kami memiliki layanan pelanggan dalam genggaman alias in hand yang tersedia 24 jam, 7 hari dalam seminggu. Masyarakat dapat melaporkan apabila terjadi gangguan atau membutuhkan layanan PLN lainnya melalui Contact Center PLN 123 dan juga melalui Aplikasi PLN Mobile," ungkap Iwan.
Kata Iwan, masyarakat juga dapat membantu percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan listrik dengan menginformasikan gangguan yang dialami
Melalui layanan Contact Center 123 atau melalui menu pengaduan pada aplikasi PLN Mobile tersebut, masyarakat dapat membantu percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan listrik.
"Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan jika melihat kondisi yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, misal pohon atau baliho yang miring ke arah jaringan listrik, atau tiang listrik yang miring, melalui Contact Center PLN 123, Aplikasi PLN Mobile atau langsung menghubungi unit PLN terdekat," tutup Iwan. (mcr35/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Cuci Hati