Waspada! Demam Berdarah Mulai Mewabah

Rabu, 30 Januari 2019 – 21:56 WIB
Seorang anak terserang demam berdarah (ilustrasi). Foto PojokBekasi

jpnn.com, GRESIK - Penyakit demam berdarah (DB) mewabah. Setelah Desa Ngabetan, penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk aedes Aegypti itu kini melanda wilayah tetangga, Desa Gedangkulut di Gresik, Jawa Timur.

Sama-sama Kecamatan Cerme. Warganya opname di beberapa rumah sakit. Empat warga Desa Gedangkulut masih dirawat.

BACA JUGA: Cara Tepat Perangi Demam Berdarah

Baik di puskesmas maupun rumah sakit. Nur Nafiq, pemuda Desa Gedangkulut, mengungkapkan, temannya dirawat di RS Denisa, Gresik.

Namanya Rudi Cahyadi. ''Rudi masuk Sabtu malam. Trombonya 115. Sampai sekarang masih dirawat," ujarnya.

BACA JUGA: Ratusan Orang Kena DBD di Palembang Selama Januari 2019

Menurut Nafiq, ada empat warga desa lain yang juga masih opname. Abiyu, misalnya, malah lebih parah.

''Sudah semingguan di RS Ibnu Sina," imbuhnya.

BACA JUGA: Sudah 1.061 Kasus DBD Selama Januari 2019, 2 Orang Meninggal Dunia

Nafiq mendengar banyak warga Desa Gedangkulut yang masuk rumah sakit karena DB. ''Ada 10-an orang yang sudah pulang. Sekarang masih opname empat," terangnya.

Banyak yang anak-anak. Meski begitu, Desa Gedangkulut belum di-fogging. Banyak yang minta, tapi belum ada fogging.

Di Desa Ngabetan, sebelumnya tercatat temuan penderita DB, termasuk yang suspect sebanyak 30 orang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mengonfirmasi belum ada tambahan jumlah penderita masuk dari wilayah Cerme.

Data terakhir, ada 52 orang dari seluruh Kota Santri. ''Ada tambahan tiga orang dari minggu sebelumnya yang hanya 49 orang," ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh.

Dia memastikan dari wilayah Cerme belum ada perubahan data. Malah, dinkes mewanti-wanti wilayah Kecamatan Gresik yang mulai menunjukkan peningkatan jumlah penderita.

''Kemungkinan faskes belum selesai merekap. Apalagi, data yang masuk ke dinkes harus yang sesuai kriteria WHO," ujarnya.

Jika memang positif, Ummi mengaku segera melakukan tindakan. Dinkes langsung melakukan konfirmasi kepada petugas pencegahan DB di puskesmas.

Jika memang positif, petugas bakal melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). ''Jika memang memenuhi syarat, bisa dilakukan fogging," ucapnya.

Di RS Semen Gresik, ada satu pasien DB dari Kecamatan Cerme. Secara keseluruhan, tercatat ada 18 pasien DB dari berbai kecamatan.

Staf Komunikasi Publik RSSG Anisa Khusnaini menyebut, pada Januari ini, pasien DB terus bertambah. "Kebanyakan dari wilayah Kebomas," ujarnya.

Di Kebomas, ada 7 pasien, Manyar 3 pasien, dan Gresik 3 pasien. "Sisanya dari Benjeng, Balongpanggang, dan Menganti," pungkasnya. (son/c17/roz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai 3 Fase Demam Berdarah Ini


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler