WASPADA! Diare Mewabah, Jumlah Pasien Meningkat Drastis

Jumat, 25 Agustus 2017 – 21:48 WIB
Diare. ILUSTRASI. Foto: Laman India Times

jpnn.com, KUPANG - Dalam sepekan terakhir, sejumlah warga Kota Kupang terutama anak-anak diserang diare disertai muntah-muntah. Di beberapa rumah sakit, khususnya di RSUD S. K. Lerik dan sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Kupang termasuk tempat praktik dokter umum maupun spesialis anak, dijumpai warga, khususnya anak-anak yang terserang diare.

Dokter Yudid M. Kota menyebutkan, dirinya didatangi banyak pasien diare yang meminta pengobatan.

BACA JUGA: Kada Berhasil Jika Bisa Sediakan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Gratis

“Dalam dua hari terakhir ini, saya menerima banyak pasien yang terserang diare. Paling banyak anak-anak. Senin (21/8) sore sampai malam saya melayani banyak pasien yang terkena diare. Pagi ini saja (Selasa, 22/8 pagi, Red) saya menerima 10 pasien yang menderita diare. Dari jumlah tersebut, hanya satu yang orang dewasa, selebihnya anak-anak," beber dr. Yudid saat ditemui Timor Express (Jawa Pos Group) di tempat praktiknya, Apotek Tiara, Kota Kupang.

Menurut dr. Yudid, banyak kasus diare ini dikarenakan terjangkiti virus yang menyebar. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat, lanjut dr. Yudid, disertai angin kencang juga diduga sebagai salah satu yang mempercepat penyebaran virus penyebab diare ini.

BACA JUGA: Lebih dari 50 Persen RS di Indonesia Belum Terakreditasi

Oleh karena itu, dr. Yudid mengimbau para orang tua untuk mewaspadai hal ini dengan tetap mengawasi anak-anaknya agar terjaga makannya serta kebersihannya.

"Tolong orang tua mengawasi ketat anak-anaknya. Jangan jajan sembarangan. Kalau mau makan cuci tangan yang bersih sebab tangan yang kotor menjadi salah satu sumber penyakit. Di sekolah juga kalau bisa habis belajar atau bermain supaya segera mencuci tangan. Intinya kondisi fisik anak harus tetap terjaga sehingga tidak mudah terserang virus," pesan salah satu dokter senior di Kota Kupang ini.

BACA JUGA: 2018, Seluruh RS Wajib Berlakukan Sistem Pendaftaran Online

Terpantau di RSUD S. K. Lerik, jumlah pasien penderita diare terus meningkat. Pada bulan Juli sebanyak 19 pasien. Namun meningkat drastis pada bulan Agustus menjadi 69 pasien. Hal ini disebutkan Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Halek, Rabu (23/8).

Marsiana menjelaskan diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

“Karena itu dalam penanganannya di RS biasanya menanyakan pada pasien sudah berapa lama menderita sakit perut dan tanda-tanda diare lainnya. Jika sudah parah maka langsung dirawat di RSUD,” katanya.

Sementara itu, dr. Karolina Tallo, SpA menjelaskan, dalam mendiognosis diare biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi.

Sementara terkait pengobatan, jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

“Karena itu para orangtua harus mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung,” kata dr. Karolina.

Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah 2-4 hari. Sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yaitu antara 5-7 hari.

Jika anak mengalami diare yang parah, berkelanjutan, atau jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera periksakan anak ke dokter. Diare sebanyak enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam pada anak juga sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya. Yaitu dengan cara, mencuci tangan sebelum makan, menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran, memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.

“Untuk bayi di bawah enam bulan dapat dilakukan pencegahan diare sejak usia dua bulan dengan vaksin rotavirus,” terangnya.(JPG/mg25/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desa Air Hitam Laut Diserang Wabah Diare, Korban Capai Puluhan Orang


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
diare   pasien   rumah sakit  

Terpopuler