Waspada! ini 7 Penyakit yang Mengintai Jika Jam Biologis Tubuh Terganggu

Selasa, 05 Mei 2020 – 04:07 WIB
Seorang tertidur karena kelelahan. ILUSTRASI. Foto: Laman Cheat Sheet

jpnn.com - Ritme sirkadian bertanggung jawab tidak hanya untuk mengendalikan pola tidur. Tetapi juga menentukan suhu tubuh, tekanan darah, dan hormon.

Namun, saat jam tubuh terganggu karena suatu hal, ritme sirkadian alami tubuh bisa melambat atau semakin cepat. Hal ini pada akhirnya akan mengganggu kesehatan Anda.

BACA JUGA: 8 Penyebab Jam Biologis Tubuh Terganggu

Akibat Jam Biologis Tubuh Terganggu

Apabila terus-terusan memiliki jam kerja biologis tidak teratur, ada sejumlah penyakit yang bisa datang menghampiri Anda. Ini adalah beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi:

BACA JUGA: Jam Biologis Tubuh Pengaruhi Berat Badan?

1. Kanker

Studi yang dilakukan oleh Nurses Health Study mengungkapkan, peningkatan risiko kanker terjadi pada mereka yang bekerja pada shift malam, termasuk kanker payudara dan kanker kolorektal.

BACA JUGA: 4 Kiat Mengatasi Susah Tidur Selama Pandemi Corona

Para peneliti mengatakan bahwa peningkatan paparan cahaya di malam hari mengakibatkan penurunan hormon melatonin yang dapat mencetuskan pertumbuhan kanker.

2. Depresi

Sebuah analisis baru-baru ini menunjukkan bahwa mengatur ulang jam biologis tubuh dapat membantu meringankan gejala depresi. Meski begitu, penelitian ini tidak menjelaskan secara rinci mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Teori yang dikaitkan adalah beberapa orang dengan gangguan mood mungkin memiliki jam biologis yang tidak berjalan dengan baik.

3. Gangguan Kardiovaskular

Fungsi detak jantung dan tekanan darah terkait dengan ritme sirkadian. Jika jam biologis terganggu, maka akan mengembangkan gangguan aritmia dan sindrom koroner akut.

4. Obesitas

Banyak penelitian yang menghubungkan obesitas dengan jam biologis tubuh. Sebuah studi baru-baru ini menemukan, perubahan pada jam biologis tidak hanya mengubah waktu makan, tetapi juga menghasilkan penambahan berat badan.

5. Diabetes

Diabetes telah meningkat sekitar 20 persen pada populasi yang bekerja dalam shift. Selain itu, kurang tidur mengurangi sensitivitas insulin dan menyebabkan peningkatan risiko diabetes.

6. Kulit Gatal

Kulit, seperti organ lain di dalam tubuh, mengikuti jam internalnya sendiri. Suhu kulit, keseimbangan pH, dan produksi minyak bervariasi setiap saat.

Untuk diketahui, pada malam hari, daya tahan kulit untuk menghadapi bakteri, virus, dan iritasi lebih rendah daripada waktu lainnya. Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa Anda sering merasa gatal setelah matahari terbenam.

7. Gangguan Kesuburan

Banyak penelitian menunjukkan, gangguan terhadap ritme sirkadian memiliki efek negatif pada kesuburan seorang wanita. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS mengungkapkan bahwa pola tidur yang tidak teratur akan membuat wanita lebih sulit untuk hamil.

Meski begitu, penelitian baru dilakukan pada tikus sehingga perlu bukti lebih lanjut untuk melihat efeknya terhadap manusia.(klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler