Waspada! Jangan Sembarangan Hubungi Nomor Call Center di Mesin ATM

Sabtu, 19 Desember 2015 – 02:12 WIB
Uang. Ilustrasi dok.JPNN

jpnn.com - PURWAKARTA - Sandri Fals (24), warga Muara Dua Palembang, salah satu  pelaku pembobol ATM BNI di sebuah supermarket di Jalan Ipik Gandamanah Kelurahan Cisereuh ditangkap warga.

Sontak, aksi main hakim sendiri tak bisa dihindarkan. Sandri remuk digebuki massa. Sayangnya, dua pelaku lainnya, Erwan dan Sandi berhasil kabur.

BACA JUGA: Rasain! Belum 24 Jam, 2 Pencuri Berusia Belasan Ditangkap Polisi

Pelaku ditangkap setelah adanya penjebakan dari petugas Bank BNI di sebuah mini market di sekitaran Cisereuh.

Modus para pelaku dengan cara mengganjal lubang memasukan kartu ATM, menggunakan bahan plastik. Selanjutnya, mereka menempelkan stiker call center palsu di mesin ATM agar para nasabah menghubungi nomor yang sudah mereka pasang.

BACA JUGA: Pak RT Bunuh Istri, Lantas Hujamkan Tombak ke Dada Sendiri

Andri (28) Warga Perum Munjul Lama, salah seorang korban menjelaskan, dirinya kehilangan uang Rp 30 juta dalam waktu setengah jam.

"Begitu saya masuk, kartu ATM tertelan, nyari petugas gak ada, nah ada call center dengan nomor yang ada di mesin. Pas saya telepon yang angkat langsung pandu saya untuk menyebutkan PIN. Saya curiga langsung ke BNI cabang, ternyata ada penarikan sekitar 30 juta dalam waktu setengah jam," jelasnya.

BACA JUGA: Tertangkap Bongkar Rumah, Pengamen Diikat Warga Di Tiang Listrik

Sementara itu salah seorang Petugas Bank BNI Carman (30), menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari para nasabah yang tidak bisa melakukan penarikan, sementara di tempat mesin ATM tertera stiker call center yang mencurigakan. Diaa lantas menjebak para pelaku penipu dengan berpura-pura sebagai nasabah.

"Awalnya setelah ada laporan nasabah saya langsung patroli ternyata di tokma Cisereuh ada nomor palsu call center lalu saya telepon jebak mereka. Lalu datalanglah si pelaku, saya tanya langsung kabur. Saya kasih tembak peringatan malah lari. Lalu dikejar dan dihajar warga, yang satu berhasil kabur," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi mengungkapkan pelaku melakukan aksinya dengan cara menempel stiker call center salah satu bank pemilik ATM. Pelaku menyelipkan potongan plastik minuman kemasan dalam lubang ATM sasaran.

"Plastik ditempel ke dalam lubang kartu ATM dengan memakai doubel tip sehingga apabila kartu ATM milik korban dimasukan, kartu tersebut tidak bisa keluar karena tersangkut potongan plastik," jelasnya.

AKP Dadang menjelaskan, hasil pemeriksaan pelaku mengaku sudah beraksi  enam kali di wilayah Bekasi dan Purwakarta. Dua teman tersangka Erwan dan Sandi masuk daftar pencarian orang (DPO).

Reskrim Polres Purwakarta berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit motor masing-masing Yamaha Vixion warna putih Nopol F 6708 KI, dan Honda Beat warna hitam tanpa surat-surat.

Juga sebanyak 12 stiker call center pengaduan berbagai bank, tiga buah klip plastik minuman kemasan pengganjal mesin ATM, solasi doble tip, dua unit HP merk Nokia dan Samsung, uang tunai pecahan Rp3,5 juta dan tiga buah kartu ATM BNI, Danamon dan BRI. (yus/dik/ded/sam/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Kali Lolos Dari Sergapan Polisi, Akhirnya Tumbang Diterjang Peluru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler