Webinar MIPI Ungkap 5 Penyebab Pendaftaran Calon Anggota DPD RI Sepi Peminat

Sabtu, 17 Desember 2022 – 15:54 WIB
Ketua Umum MIPI Bahtiar. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com - JAKARTA – Webinar MIPI Ungkap 5 Penyebab Pendaftaran Calon Anggota DPD Sepi Peminat.

Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) menggelar webinar bertema “Pendaftaran Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia 2024-2029, Mengapa Sepi?”, Sabtu (17/12).

BACA JUGA: Dirjen Polpum Bahtiar: IKP sebagai Peringatan Dini Potensi Gangguan Pemilu

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Totok Hariyono, Guru Besar Ilmu Politik Ramlan Surbakti, Dewan Pakar PP MIPI Muhammad, dan Dosen Ilmu Politik dan Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Daud Liando.

Ketua Umum MIPI Bahtiar saat membuka webinar mengatakan, tema tersebut diangkat untuk membahas antusiasme masyarakat yang dinilai rendah terhadap pendaftaran calon DPD RI di Pemilu 2024.

BACA JUGA: Lantik Pengurus MIPI Sulsel, Bahtiar: Maju Mundurnya Negara Tergantung Kaum Cerdik Pandai

Bahtiar mengatakan, tema ini penting karena dapat menjadi bahan pertimbangan dalam regulasi pemilu.

“Sebab Indonesia menganut sistem bikameral dan karena itu DPD juga merupakan representasi daerah provinsi,” jelas Bahtiar.

BACA JUGA: Tidak Lolos jadi Peserta Pemilu 2024, Partai Ummat Resmi Menggugat KPU

Para narasumber menyampaikan sejumlah penyebab pendaftaran calon anggota DPD masih sepi peminat.

1. Sepi Karena Masih Awal Masa Pendaftaran

Anggota Bawaslu Totok Hariyono menerangkan, kondisi sepi peminat di masa awal pendaftaran DPD RI memang sudah lumrah.

Dia mengatakan, biasanya menjelang waktu akhir pendaftaran baru akan mulai ramai. “Saya tidak khawatir sepi peminat,” terang Totok.

2. Ada Anggapan DPD untuk Pejabat atau Mantan Pejabat

Dewan Pakar PP MIPI Muhammad menilai, minat masyarakat dalam mendaftar DPD terbilang relatif lebih rendah karena masih ada anggapan di masyarakat bahwa kursi DPD disiapkan untuk pejabat atau mantan pejabat.

Karena itu, Muhammad menganggap penting untuk mengedukasi masyarakat bahwa justru DPD lah yang merupakan representasi riil suara mereka.

“Bukankah di bilik kita memilih nama? Bukan memilih partai atau tanda gambar partai. Jadi yang sebenarnya riil suara rakyat adalah di pemilihan senator, DPD, dibandingkan pemilihan DPR,” jelas Muhammad.

3. Peran DPD Belum Efektif

Muhammad juga berpendapat, fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPD belum efektif dan terlihat konkret di mata masyarakat. Ini juga penyebab sepinya peminat menjadi anggota DPD.

4. Peran DPR Lebih Strategis

Menurut Muhammad, masyarakat menilai peran DPR lebih strategis dibanding DPD. Hal ini juga menjadi alasan di balik pendaftaran DPD yang relatif sepi.

Ramlan Surbakti juga mengatakan, kewenangan DPD dinilai lebih terbatas dibanding DPR.

Karena itu, menurut Ramlan, pendaftaran untuk menjadi calon anggota DPR lebih menarik daripada DPD.

5. Syarat Menjadi Anggota DPD Sulit

Ramlan Surbakti mengatakan, penyebab sepinya peminat dalam pendaftaran bakal calon DPD ialah syaratnya yang sulit.

“Karena (menjadi) anggota DPD itu sukar sekali memenuhi syaratnya. Dan kewenangannya lebih terbatas dibandingkan DPR,” ujarnya. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler