WHO Lacak Varian Baru Covid-19 yang Mendominasi Kasus Global, Waspada!

Selasa, 12 April 2022 – 07:00 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tengah melacak belasan kasus dari dua subvarian baru Omicron Covid-19.Ilustrasi laboraturium: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tengah melacak belasan kasus dari dua sub varian baru Omicron Covid-19.

Deteksi dini itu dilakukan untuk menilai apakah subvarian baru Covid-19 lebih menular dan berbahaya atau tidak.

BACA JUGA: WHO Rekomendasikan Alat Tes Mandiri Covid-19, Begini Kata Kemenkes

WHO telah menambahkan varian baru BA.4 dan BA.5, yakni saudara varian dari Omicron asli BA.1, ke daftar pemantauan mereka.

Badan PBB itu juga telah melacak BA.1 dan BA.2, yang kini mendominasi kasus secara global, serta BA.1.1 dan BA.3.

BACA JUGA: WHO Sebut Situasi di Ukraina Mendekati Titik Sangat Berbahaya, Waktu Tinggal 24 Jam

WHO mengatakan mulai melacak mereka karena mutasi tambahan mereka yang perlu diteliti lebih lanjut.

"Penelitian dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap potensi penurunan imun," tegas WHO seperti dilansir dari Antara, Selasa (12/4).

BACA JUGA: WHO Kesulitan Identifikasi Subvarian Siluman

WHO membeberkan virus bermutasi sepanjang waktu. Namun, hanya beberapa mutasi yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menyebar atau mengurangi kekebalan sebelumnya dari vaksin atau infeksi, atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan.

Misalnya, BA.2 kini menyumbang hampir 94 persen dari semua kasus Covid-19 yang diurutkan dan lebih menular ketimbang saudaranya.

Kendati demikian, sejauh ini bukti menunjukkan bahwa varian itu kemungkinan lebih kecil menyebabkan penyakit parah.

Hanya belasan kasus BA.4 dan BA.5 yang telah dilaporkan ke basis data GISAID global, menurut WHO.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pekan lalu mengatakan BA.4 telah ditemukan di Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia dan Inggris dari 10 Januari hingga 30 Maret.

Semua kasus BA.5 terdeteksi di Afrika Selatan pada Minggu lalu.

Akan tetapi Kementerian Kesehatan Botswana pada Senin mengatakan telah mengidentifikasi empat kasus BA.4 dan BA.5 di kelompok usia 30-50 tahun yang menerima vaksin Covid-19 lengkap. Mereka diketahui mengalami gejala ringan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler