WIKA Kantongi Kontrak Baru

Jumat, 13 Mei 2011 – 13:49 WIB
JAKARTA - Sepanjang kuartal pertama 2011, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengantongi kontrak baru sebesar Rp 2,35 triliunNilai itu tumbuh sebesar 58,77 persen dibanding kontrak baru periode sama tahun lalu di level Rp 1,482 triliun

BACA JUGA: Indeks Terhambat Saham Komoditas



"Secara total nilai kontrak yang dihadapi (order book) saat ini sebesar Rp 15,196 triliun
Sedang penjualan total mencapai Rp 1,723 triliun, atau tumbuh signifikan dibanding penjualan periode sama tahun lalu dikisaran Rp 1,201 triliun," ujar Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA, di Jakarta

BACA JUGA: Juni, Mandala Terbang Lagi



Sedang pendapatan WIKA tercatat Rp 1,54 triliunn atau tumbuh sekitar 36,3 persen dibanding edisi sama tahun lalu Rp 1,130 triliun
Sebelumnya WIKA telah menargetkan pencapaian kontrak baru sepanjang 2011 sebesar Rp 12,298 triliun

BACA JUGA: Produksi Enam Blok Migas Lampaui Target

Sementara total nilai penjualan, WIKA telah mematok target penjualan sebesar Rp 9,444 triliun"Dengan program pemerintah terkait percepatan infrastruktur, kami masih optimistis.  Kami yakin ada potensi pertumbuhan cukup signifikan, tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkannyaMisalnya dengan perubahan UU tentang pembebasan lahan atau lainnya," tutur Bintang

Di sisi lain, perseroan menggelontorkan dividen sebesar Rp 99,72 miliarDana itu diambil dari nilai laba bersih 2010, yang tercatat Rp 284,92 miliar"Kami alokasikan sebesar 35 persen dari total laba bersih sebagai dividen," tambah Ganda Kusuma, Direktur Keuangan WIKA

Dengan dividen sebesar itu, maka terjadi kenaikan divident ratio sebesar 5 persen dibanding tahun sebelumnyaKenaikan divident ratio itu diusulkan langsung pemerintah selaku pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan mencapai 66,65 persenSedang terkait kinerja sepanjang 2010, total penjualan mencapai Rp 6,022 triliun

"Sedikit ada penurunan penjualan dari Rp 6,59 triliun pada 2009 menjadi Rp 6,022 triliunMeski demikian, kami masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih dari Rp 189,22 miliar pada 2009 menjadi Rp 284,92 miliar di tahun 2010," ucapnya(far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bio Farma Manfaatkan FB dan Twitter untuk Edukasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler