Wirausaha Disabilitas Dapat Perhatian dari PT Pegadaian

Kamis, 25 Mei 2023 – 19:34 WIB
Ilustrasi PT Pegadaian. Foto: dokumentasi JPNN.com

jpnn.com - SURABAYA - PT Pegadaian menggandeng organisasi masyarakat dan sosial Alunjiva Indonesia dalam memberikan pelatihan kewirausahaan kepada penyandang disabilitas, di Rumah BUMN Surabaya beberapa waktu lalu.

Pelatihan kewirausahaan ini merupakan kolaborasi multi sektor antara BUMN dan juga wirausaha disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan bisnis dan mampu menciptakan inovasi terhadap produk usahanya.

BACA JUGA: Pegadaian Catat Tren Gadai Naik, Sebegini

Tujuannya agar wirausaha disabilitas mandiri, bertumbuh, dan berdaya.

Peserta disabilitas yang telah lulus proses kurasi dan ikut dalam program pendampingan kewirausahaan ini, di antaranya penyandang tuna daksa, autisme, tuna netra dan tuna rungu.

BACA JUGA: Dukung Pengembangan Perekonomian Nasional, Pegadaian Perluas Pendanaan UMKM

Metode pendampingan dilakukan pelatihan secara offline dan online, peserta dapat berdiskusi langsung bersama mentor untuk membahas permasalahan hingga pengembangan usaha yang telah dijalani.

Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Rully Yusuf menyatakan, salah satu fokus PT Pegadaian pada program ini adalah pengembangan UMKM.

BACA JUGA: Selamat! Karyawan Pegadaian Raih Indonesia Customer Service Quality Award 2023

Melalui program ini diharapkan para peserta bisa meningkatkan kapabilitas dan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi digital dalam pengembangan dan pemasaran usahanya.

“Sejalan dengan program pemerintah, bahwa para pelaku UMKM harus melek teknologi untuk Go Digital dan Go Global. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kami, bahwa Pegadaian senantiasa mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah, agar membuat kualitas UMKM di Indonesia dapat naik kelas,” kata Rully.

Dengan adanya pendampingan seperti itu, Pegadaian juga mendorong para pelaku usaha untuk ikut serta memberi dampak sosial dan lingkungan yang dapat bermanfaat bagi keberlanjutan hidup masyarakat, khususnya dalam kesejahteraan ekonomi.

“Kami akan melakukan pendampingan selama tiga bulan, sampai para wirausaha disabilitas ini bisa memahami value yang dapat dihasilkan dari pengembangan usahanya. Kami juga akan memberikan strategi pengembangan usaha, dari mulai mengatur operasional, sales dan strategi marketing produk seperti melakukan pemasaran menggunakan media sosial dan marketplace,” kata Rully. (*/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler