Wow, Pertamina Operasikan Kapal Elpiji Terbesar di Dunia

Rabu, 23 April 2014 – 16:44 WIB

jpnn.com - JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dalam waktu dekat bakal mengoperasikan armada kapal barunya yang diberi nama Pertamina Gas 2. Kapal pengangkut elpiji terbesar atau Very Large Gas Carrier (VLGC) ini diproduksi Hyundai Heavy Industries Co Ltd, Ulsan, Korea Selatan. Pada saat dibangun kapal VLGC ini merupakan yang terbesar di dunia.

VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, kapal VLGC Pertamina Gas 2 merupakan sister ship dari VLGC Pertamina Gas 1 yang telah diserahterimakan kepada Pertamina pada 17 September 2013 lalu. VLGC Pertamina Gas 2 akan menjadi kapal milik Pertamina yang ke-61 dari total 191 kapal yang dioperasikan dalam menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri.
 
Khusus untuk angkutan kapal LPG, VLGC Pertamina Gas 2 merupakan kapal ke-8 dari total 28 kapal yang digunakan. Kontrak pembangunan kapal VLGC Pertamina Gas 2 ini diteken pada 18 Januari 2013.

BACA JUGA: REI Tolak Akuisisi BTN

“VLGC Pertamina Gas 2 direncanakan akan diserahterimakan ke Pertamina pada tanggal 14 Mei 2014 dan selanjutnya akan melalui proses reflagging (pergantian bendera Panama ke Indonesia) di Singapura sebelum memasuki perairan Indonesia,” kata Ali, Rabu (23/4). 

Uji coba laut atau sea trial telah berhasil dilaksanakan dengan baik pada 13-17 April 2014, dan dengan proses penyelesaian yang cepat, galangan berhasil memberikan konfirmasi serah terima dapat dilakukan pada 14 Mei 2014 sehingga masa konstruksi pembangunan kapal selama 14 bulan.
Dengan rampungnya, proses gas trial, selanjutnya kapal akan anchoring (lepas jangkar) di lepas pantai Ulsan untuk proses hand-over ke Pertamina dan pengurusan Port Clearance untuk mendapatkan izin berlayar dari port authority setempat sebelum pada akhirnya VLGC Pertamina Gas 2 melakukan pelayaran perdana menuju Indonesia.

BACA JUGA: Doubletrack KA Jakarta-SBY Tuntas April


Ali mengatakan, kapal VLGC Pertamina Gas 2 pada awalnya akan digunakan untuk mendukung pasokan dan distribusi elpiji di Indonesia yang tahun ini permintaannya diperkirakan mencapai 6 juta ton atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 5,6 juta ton.

VLGC Pertamina Gas 2 akan beroperasi dengan pola loading antara Pelabuhan Tanjung Uban/Belanak/Tanjung Jabung/Import dan discharge sebagai mothership di Teluk Semangka atau melalui jalur pelabuhan loading Bontang/Import dan akan dipergunakan sebagai mothership di Kalbut, Situbondo, selanjutnya akan diproyeksikan untuk kebutuhan international trading. 
“Target distribusi energi nasional khususnya elpiji yang diemban Pertamina tidak hanya membutuhkan armada kapal yang efisien, efektif, dan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi saja, tetapi juga membutuhkan kapal yang environmentally sound, yang mampu menunjukkan positioning Pertamina sebagai salah satu pelaku bisnis transportasi laut yang berkualitas,” beber Ali.

BACA JUGA: Mamin dan Barang Mineral Diminati Investor

Melalui desain Green ship, kelengkapan peralatan yang berdampak positif terhadap lingkungan seperti Ballast water equipment, Oil Discharge Monitoring, Fuel Oil requirement IMO Tier II dan sertifikasi kapal pelengkapnya mampu membuat kapal ini memiliki daya saing dan daya jual yang tinggi untuk kapal sekelas VLGC di pasaran Internasional.

“Keputusan manajemen Pertamina dalam pengembangan usaha penguatan armada milik diyakini akan dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi migas,” tegas Ali. (lum/Indopos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yakin Akuisisi Tak Akan Ganggu Kesejahteraan Karyawan BTN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler