jpnn.com, NGAWI - Arif, Seorang relawan BPBD menjadi korban sengatan tawon saat hendak membantu warga Kabupaten Ngawi memindahkan sarang tawon ndas.
Arif dan petugas BPBD Kabupaten Ngawi sebelumnya mendatangi rumah Sudaryanto warga Desa Jeblogan Kecamatan Paron, untuk evakuasi sarang tawon ndas.
BACA JUGA: Detik â detik Nur yang Tirakat 40 Hari di Puncak Songolikur Disuruh Turun
Tawon predator tersebut, bersarang pada ranting pohon mangga. Petugas menggunakan pakaian khusus yang dipinjam unit pemadam kebakaran.
BACA JUGA : Duh..Jatuh dari Ketinggian 6 Meter Karena Sarang Tawon
BACA JUGA: Manasik Haji Mulai 10 Juni, Giliran per Kecamatan
Untuk mengurangi serangan saat evakuasi, petugas menyemburkan air dengan mesin khusus.
"Namun ratusan tawon tersebut justru marah dan mengamuk. Petugas yang mendekat ke sarangnya, diserang ratusan tawon ndas," ujar Arif.
BACA JUGA: Rumah Pak Azhari Ludes Dilalap Si Jago Merah
Arif pun terkena sengatan karena sejumlah tawon ndas menyusup ke sepatunya.
Belajar dari kegagalan, evakuasi kedua sarang tawon beracun berhasil dilakukan. Sarang berdiameter sekitar 40 centi meter tersebut, diamankan menggunakan karung.
BACA JUGA : Meninggal Setelah Tersengat Belasan Tawon
Menurut Sudaryanto pemilik rumah, meminta evakuasi karena gerombolan Vespa Affinis ini, telah menyerang pengguna jalan.
Korban mengalami hiper alergi dan menjalani perawatan di Puskesmas setempat.
Selama evakuasi sarang tawon ndas ini, tercatat dua relawan, dan satu wartawan terkena sengatan.
Sarang tawon ndas, yang berhasil dievakuasi petugas dan dikembalikan ke habitat alami di kawasan hutan yang jauh dari pemukiman. (pul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rp 30,33 Miliar untuk Bayar THR Karyawan
Redaktur & Reporter : Natalia