Wujudkan BBM Satu Harga, Pertamina Butuh Rp 2 T per Tahun

Rabu, 10 Mei 2017 – 01:05 WIB
Ilustrasi SPBU. Foto: Malut Post/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) optimistis mampu mencapai target bahan bakar minyak (BBM) satu harga sesuai imbauan Presiden Joko Widodo sebelum 2019.

Untuk menerapkan kebijakan BBM satu harga di 145 wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, Pertamina memperkirakan biaya yang dibutuhkan lebih dari Rp 2 triliun per tahun.

BACA JUGA: Kelola Kekayaan Alam Melenceng dari Cita-cita Kemerdekaan

“Target awal program itu sampai dengan 2019 baru bisa semua lokasi terpenuhi. Namun, kami akan mempercepat realisasi itu,” kata Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Toharso di Jakarta. Senin (8/5).

Menurut Toharso, kendala yang dihadapi Pertamina, khususnya bagian pemasaran adalah kesulitan mencari pengusaha atau investor yang mau membangun SPBU di daerah terpencil.

BACA JUGA: BBM Anggota Dewan Cantik Digunakan untuk Menipu

Umumnya, sarana untuk mencapai lokasi tidak melalui darat, melainkan harus melalui udara.

Toharso mencontohkan biaya untuk mengangkut BBM ke perbatasan Kalimantan sebesar Rp 38 ribu per liter.

BACA JUGA: BIJB Gandeng Pertamina Bangun dan Kelola DPPU Bandara Kertajati

Ongkos itu untuk menyewa pesawat dan membayar pilot yang tidak kecil.

BBM sebanyak empat ton atau 4.000 liter ini diangkut dari Tarakan ke perbatasan ke Kalimantan.

Dengan adanya imbauan BBM satu harga, Pertamina harus menyeragamkan harga BBM sama dengan harga BBM penugasan.

Yakni untuk solar Rp 5.150 per liter dan premium Rp 6.550 per liter.

Dia menambahkan, ongkos angkut untuk program BBM satu harga murni dana Pertamina.

“Tidak ada efisiensi di proyek ini, tapi kami harus menjalankan program ini, karena ini amanah pemerintah. Rakyat punya hak yang sama sebagai warga negara Indonesia,” katanya. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Prioritaskan Pertamina Kelola Blok Karaeng


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler