Wujudkan Inklusi Sosial, Citi Indonesia Serukan Kesetaraan Gender

Kamis, 07 April 2022 – 11:24 WIB
Diskusi virtual Accelerating Social Inclusion through Women Empowerment. Foto tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Citi Indonesia kembali mempertegas komitmennya terhadap nilai keberagaman dan inklusi.

CEO Citi Indonesia Batara Siantur mengatakan inklusi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan Indonesia.

BACA JUGA: Nyaman Pakai Hijab, Celine Evangelista: Aku Tanya ke Beberapa Ustaz, Salah Enggak?

Inklusi sosial juga menjadi kunci dalam memanfaatkan keberagaman untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Tugas kita semua adalah bisa mewujudkan inklusi baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat. Salah satu poin inklusivitas di tempat kerja adalah peran perempuan dan penerapan prinsip kesetaraan gender, yang akan menuntun pada penerapan konsep meritokrasi,” ujar Batara dalam Accelerating Social Inclusion through Women Empowerment, Rabu (6/4)

BACA JUGA: Business Matching Tahap Dua Jadi Angin Segar Bagi Para Pelaku UMKM

Data Bank Dunia pada 2021 menunjukkan sekitar 54% perempuan usia produktif di Indonesia memilih untuk bekerja.

“Citi mempunyai keyakinan akan pentingnya peran perempuan dan kesetaraan gender dalam menjalankan bisnis. Citi berusaha secara konsisten untuk terus memperhatikan nilai-nilai tersebut, baik secara internal di lingkungan kerja maupun eksternal kepada publik dan klien,” lanjut Batara.

BACA JUGA: Minum Oralit Bisa Bikin Kenyang Seharian Saat Berpuasa?

Dirinya menambahkan, komitmen Citi Indonesia terhadap kesetaraan gender ini tercermin dari komposisi pegawai perusahaan.

Hingga kini, 56% karyawan Citi Indonesia adalah perempuan yang tersebar di seluruh level dan peran.

Lewat CitiPeka (Citi Peduli dan Berkarya), perusahaan juga membantu memberdayakan perempuan di kalangan masyarakat.

CitiPeka merupakan payung program kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia yang didanai oleh Citi Foundation.

Sejak 2018, program CitiPeka telah membantu sekitar 25 ribu penerima manfaat dan 50,65%, di antaranya merupakan perempuan.

“Oleh karena itu, saya berharap agar segala pihak mampu terus terlibat dalam membudayakan pentingnya inklusivitas dan kesetaraan gender untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung bagi masyarakat Indonesia,” jelas Batara.

Co-Chairwoman Citi Indonesia Women’s Network (IWN) Maryam Umar mengatakan kepemimpinan Citi baik secara global maupun di tanah air telah merefleksikan kesetaraan gender.

CEO Citigroup Jane Fraser merupakan CEO perempuan pertama untuk bank-bank besar di Wall Street.

"Empat dari tujuh dewan direksi Citi Indonesia adalah perempuan. Ini bukan hal yang umum untuk melihat direksi yang didominasi perempuan khususnya di industri keuangan. Hasil fokus Citi dalam kesetaraan gender sudah terlihat dalam leadership baik di tingkat global maupun lokal,” ungkap Maryam.

Maryam menambahkan, Citi juga menjalankan program mentorship dan leadership development untuk mendukung kesetaraan gender di lingkungan kerja.

Sementara itu, Leny N Rosalin selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyoroti berbagai data menunjukkan masih terdapat kesenjangan gender yang tinggi di Indonesia.

“Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, tentunya sangat penting untuk kita semua bersinergi bersama-sama mewujudkan kesetaraan gender. Kesetaraan gender akan terwujud dan di saat yang sama akan menjawab isu inclusiveness,” jelas Leny.

“Lewat diskusi virtual ini, kami berharap kita bisa mendukung kesetaraan gender. Dari sana, kita juga bisa melakukan koreksi dari berbagai angka-angka indeks tersebut,” imbuh Leny.

Diskusi virtual “Accelerating Social Inclusion through Women Empowerment” juga menghadirkan sosok perempuan inspiratif di bidang kesehatan yakni Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Turut hadir dalam diskusi virtual ini Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Maya Juwita dan Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru Nur Hasyim.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler