Ya Ampun, Kakek Kok Segitunya Sih Sama Balita 4 Tahun

Selasa, 06 Desember 2016 – 03:59 WIB
Ilustrasi. Doto: dokumen JPNN

jpnn.com - MEDAN - Aksi bejat kakek tua berinisial JG, 62, terhadap seorang balita empat tahun di sebuah rumah kosong di Gang BG, akhirnya terungkap.

Tindak asusila warga Gang BG Kelurahan Delitua Barat, Kecamatan Delitua, Medan, Sumut, itu terjadi Jumat sore (2/12) lalu.

BACA JUGA: Sabu 1,4 Kg asal Malaysia Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tikus

Peristiwa itu baru terungkap setelah bibi korban, N Sembiring, 19, menghantarkan keponakannya itu buang air kecil. Korban merasa kesakitan dan menangis saat kencing.

Lantas bibinya menanyakan mengapa, kembang menangis. Sambil menangis Kembang menjawab kalau kemaluannya sakit. Lalu ditanya lagi bibinya, kenapa sakit, korban mengaku kalau kemaluannya diobok-obok JG di rumah kosong.

BACA JUGA: Inilah Contoh Kekompakan Polisi dan Warga, Top!

Dengar pengakuan mengejutkan itu, bibinya pun langsung memanggil ayah korban, J Sembiring. Kemudian keduanya membawa kembang ke bidan untuk diperiksa.

Menurut bidan, kemaluan Kembang mengalami bengkak dan infeksi. Jika hendak mengetahui kepastiannya, bidan tersebut menyarankan agar sebaiknya melaporkan dulu ke polisi, supaya dapat dilakukan visum.

BACA JUGA: 8 Bulan Oplos Gas 3 Kg, 3 Pelaku Diringkus 2 Masih Buron

Keterangan bidan membuat J Sembiring berang, karena buah hatinya tersebut dicabuli. Ayah kembang pun mencari keberadaan JG, namun dia tidak menemukannya.

N Sembiring mengaku kalau dirinya tahu dari anak tetangga bernama Era yang mengaku melihat korban dibawa JG ke ke rumah kosong. 

”Saat itu Era melihat JG bawa ponakanku ke rumah kosong, makanya kami semakin yakin ini perbuatan JG,” kata N Sembiring.

Menurut pengakuan keluarga, perbuatan kakek bejat itu mungkin sudah berulang. Pasalnya setiap kali kembang ingin kencing selalu merasa kesakitan dalam sebulan terakhir ini.

“Karena terus merintih sakit waktu kencing, kami curiga,” bebernya.

Kanit Reskrim Iptu Jonatahan SH mengaku telah menerima laporan korban. ”Sudah diterima, kasus ini akan ditindaklanjuti korban sedang divisum,” kata Jonathan. (irw/rbb/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ogah Beri Layanan Plus-plus, Terapis Ditusuk Berkali-kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler