Yakin Hanya Sedikit yang Tolak Daging Beku dari Australia

Rabu, 24 Juli 2013 – 16:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sutarto Alimoeso menyesalkan tindakan para pedagang yang menolak datangnya daging dari Australia.

"Banyak pihak yang katanya tidak menghendaki (daging beku dari Australia, red) masuk ke pasar. Padahal kami ingin bekerjasama dengan mereka," ucap Sutarto di Jakarta, Rabu (24/7).

BACA JUGA: Pemudik via Laut Diprediksi Capai 1,66 Juta

Kata Sutarto, mereka menolak dengan alasan masih memiliki stok dengan harga beli yang sudah mahal. Meski begitu, pihaknya mengaku tidak mau terganggu dengan penolakan itu.

"Kami tidak mau terganggu dengan penolakan itu. Kalau mereka menjual produk dalam negeri dengan harga mahal, seharusnya mereka juga memberi kesempatan rakyat untuk beli daging sapi dengan harga murah," papar dia.

BACA JUGA: Dahlan Iskan: Indonesia Masih Butuh 10 Pabrik Gula

Meski sempat ada penolakan dari beberapa pedagang, menurut Sutarto, setidaknya sudah ada puluhan para pedagang sapi yang mau membeli daging sapi beku dari Australia itu.

"Opini publik harus kita tangani dengan baik. Saya yakin jumlah pedagang sapi yang beli akan lebih besar. Mulai kemarin sudah ada 10 truk yang bergerak kemana-mana dan ke pasar-pasar di beberapa pemukiman dan akan tambah jumlahnya," katanya.

BACA JUGA: Rupiah Tembus Rp 10.220 per USD

Ke depan, dia yakin para pedagang sapi nantinya akan bersedia membeli daging dari Bulog. Keyakinan itu dikatakan Sutarto lantaran pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan puluhan pebisnis.

Untuk itu, Bulog tetap optimis bisa mensosialisasikan daging beku dari negara kangguru itu. Terlebih Sutarto melihat kenyataan bahwa masyarakat memang saat ini sedang kesulitan mencari daging sapi dengan harga murah.

"Sebelumnya kami juga sudah bicara dengan 70 pebisnis daging melalui beberapa asosiasi di Jabodetabek dan Jabar dan mereka menunggu (datangnya daging sapi dari Bulog-red). Kami akan terus sosialisasikan dan kami tidak ingin berpolemik. Mari kita tunjukkan kenyataannya dan ternyata di komplek-komplek perumahan cukup responsif karena masyarakat memerlukan daging dengan harga yang lebih murah," pungkasnya. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penukaran Uang Tembus Rp 9,47 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler