Yan Mandenas DPR Soroti Pelayanan Kesehatan di Waropen

Jumat, 24 Februari 2023 – 08:56 WIB
Anggota DPR RI Yan Mandenas saat berdiskusi dengan para perawat Puskesmas Waren, Kabupaten Waropen, Papua, Kamis (23/2/2023). Kondisi pelayanan kesehatan yang kurang memadai di Puskesmas itu menjadi catatan penting dalam kunjungan kerjanya. Foto: Dok. Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Yan Mandenas menyoroti pelayanan kesehatan khususnya kondisi Puskesmas Waren, Kabupaten Waropen, Papua yang memprihatikan.

Pasalnya, pelayanan kesehatan kepada warga setempat diberikan dengan alat dan tenaga seadanya. Fasilitas penunjang ternyata tidak dimiliki Puskemas tersebut.

BACA JUGA: Bantah Pernyataan Bupati Merauke, Yan Mandenas DPR: Kami Tidak Pernah Menerima Apa pun...

Mandenas mengaku kondisi ini menjadi catatan penting dirinya saat melakukan kegiatan reses tahun ini di Kabupaten Waropen, Papua.

Dia berharap dana Otonomi Khusus tahun ini bisa melengkapi kebutuhan Puskemes tersebut.

BACA JUGA: Yan Mandenas Imbau Masyarakat Papua Sambut Pembentukan DOB

Di samping itu mendorong Kementerian Kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus membantu membangun Rumah Sakit tipe C dan B.

“Kondisi pelayanan kesehatan di sini sangat memprihatinkan. Kami akan dorong Kemenkes masuk dengan Dana Alokasi Khusus untuk bangun rumah sakit di Papua, baik yang tipe C maupun tipe B,” ujar Yan Mandenas seusai melakukan kunjungan di Kabupaten Waropen, Papua, Kamis (23/2/2023).

BACA JUGA: Top, Yan Mandenas Siap Kembalikan Kejayaan Persipura

Dengan adanya keringanan biaya, menurut Yan Mandenas, sedikit membantu meringankan beban pembiayaan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah daerah setempat akan fokus membangun Rumah sakit tipe D dan sejumlah Puskesmas untuk membantu pelayanan kesehatan di Kabupaten Waropen.

“Rumah sakit tipe D diurus pemerintah daerah. Dengan sharing seperti ini, pembangunan kesehatan di daerah bisa berjalan secara terukur,” katanya.

APBD Pemkab Waropen sebesar Rp 900 miliar per tahun. Sedangkan anggaran kesehatan dari Otsus di Waropen sebesar Rp 400 juta per tahunnya.

Dengan nilai yang kecil ini sangat tidak cukup jika diharapkan memiliki pelayanan kesehatan yang memadai.

“Hanya Rp 400 juta, bukan miliar, mana cukup dengan nilai itu,” ucap Yan Mandenas.

Ke depan, Mandenas mengaku perlu dilakukan rapat koordinasi nasional dengan seluruh bupati maupun wali kota di Papua.

Hal ini dilakukan untuk menyatukan visi serta gagasan dalam rangka memprioritaskan bidang kesehatan dan pendidikan untuk Papua.

“Dengan kita kumpul bersama saya pikir kita bisa melakukan supervisi atau pendampingan di tingkat bawah, agar melihat prioritas kebutuhan di daerah,” kata Yan Mandenas

Artinya kalau ada kekurangan dari segi administrasi di tingkat bawah, dari pusat itu bisa ikut menengahi.

Namun, kalau dari tingkat bawah itu sudah maksimal penyusunan, maka bisa didorong untuk ditingkatkan atau dilanjutkan programnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler