Yuk, Gunakan Medsos dengan Cerdas dan Bertanggung Jawab

Kamis, 01 November 2018 – 02:10 WIB
Ilustrasi Facebook. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dan pakar komunikasi Hendri Satrio menilai media sosial sangat sensitif karena bisa digunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Itu yang saat ini terjadi di Indonesia,” ujar Hendri, Rabu (31/10).

BACA JUGA: PGK Ajak Generasi Milenial Bijak Bermedsos Jelang Pilpres

Hendri menambahkan, medsos seharusnya digunakan untuk hal-hal positif yang bisa merekatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, dia mengajak semua pihak menanggulangi sisi negatif medsos dengan melakukan cek, ricek, berpikir cerdas, dan bertanggung jawab dalam mengelola akun masing-masing.

BACA JUGA: Pemprov DKI Minta Rp 2 M untuk Pencitraaan di Medsos

Founder lembaga survei KedaiKopi itu menjelaskan, medsos bukan hanya sebagai saraa sharing, tetapi juga tempat edukasi bagi masyarakat.

Karena itu, sambung Hendri, medsos harus dikelola secara benar dan santun.

BACA JUGA: Ingat, Perilaku Elite Terekam Dalam Arsip Sejarah di Medsos

“Medsos ini bebas. Artinya, setiap pemilik akun boleh menyampaikan hal-hal yang menurut dia penting. Makanya narasi-narasi bebas berseliweran ke mana saja,” imbuh Hendri.

Dosen Komunikasi Politik Universitas Paramadina itu menambahkan, narasi kebencian yang tersebar di medsos tidak hanya berimbas kepada si pembuat, tetapi juga masyarakat.

Menurut dia, medsos berkembang pesat di Indonesia karena adanya kebutuhan eksistensi individu pemilik akun.

“Namun, eksistensi ini harus digunakan dalam langkah-langkah positif. Jangan sampai eksistensi dimunculkan melalui pemberitaan negatif, apalagi ujaran kebencian,” tegas Hendri. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hoaks Marak, Literasi Digital Harus Ditingkatkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler