Yusril: Harusnya Jokowi Malu Berkunjung ke Amerika

Jumat, 23 Oktober 2015 – 18:25 WIB
Jokowi/ dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mendesak Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan kembali rencana kunjungannya ke Amerika Serikat akhir bulan Oktober ini.

"Presiden harusnya fokus menyelesaikan masalah dalam negeri terutama bencana kebakaran hutan yang kini telah menimbulkan korban jiwa, ancaman kesehatan dan kerusakan lingkungan yang amat parah bagi kehidupan," kata Yusril, Jumat (23/10).

BACA JUGA: Risma Ditetapkan Tersangka, Ini Reaksi Kapolda Jatim

Kunjungan Jokowi ke AS meskipun memenuhi undangan Presiden Obama lenjut Yusril, selayaknya ditunda karena tidak ada hal mendesak untuk dibicarakan dengan Presiden AS.

"Mereka akan sangat mengerti penundaan itu, mengingat AS sangat sangat serius memperhatikan lingkungan. Milyaran dollar dana dikeluarkan AS untuk peningkatan oxigen bumi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam situasi seperti ini, Jokowi harusnya malu berkunjung ke AS," tegas Yusril.

BACA JUGA: Korwil Jakmania Akhirnya Jadi Tersangka, Tapi...

Dikatakan Yusril, Kementerian Luar Negeri dan Sekretaris Negara harusnya faham dan wajib mengingatkan Presiden bahwa ada sesuatu yang secara halus ditunjukkan oleh protokol kepresidenan AS dalam menerima Presiden Jokowi.

"Tidak ada jamuan makan, tidak ada joint statemen kedua Presiden. Ini menunjukkan secara halus bahwa kunjungan Jokowi tidaklah penting bagi AS sebagaimana layaknya Presiden AS menerima Presiden sebuah negara sahabat yang kedudukannya sangat penting bagi AS," jelas mantan Mesesneg ini.

BACA JUGA: Puan Minta Petugas BPJS Kesehatan Bersikap Ramah dan Transparan

Dia tegaskan, kunjungan Jokowi ke AS ketika sebagian rakyatnya meneggang nyawa menghadapi bencana asap, bahkan beberapa telah menjadi korban, adalah sikap tidak bijaksana dan tidak merakyat.

"Apalagi kini, Pemerintah Jokowi menunjukkan sikap ingin lepas tangan dan melempar tanggungjawab pemadaman kebakaran ke pihak lain. Jokowi harusnya ingat amanat Pembukaan UUD 45 bahwa negara berkewajiban melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Jangan lupa amanat konstitusi ini, Jokowi harusnya malu berkunjung ke AS" pungkasnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ssst...Presiden Sudah Siapkan Pengganti Jaksa Agung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler