Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Akmal DPR Apresiasi Capaian Pembangunan Lingkungan Hidup tetapi...

Jumat, 11 Juni 2021 – 22:30 WIB
Akmal DPR Apresiasi Capaian Pembangunan Lingkungan Hidup tetapi... - JPNN.COM
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil Sulawesi Selatan II Andi Akmal Pasluddin. Foto: FPKS DPR

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2020 berkaitan dengan capaian pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan mengalami peningkatan cukup baik.

Data yang ia terima pada saat Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan KLHK menunjukkan indeks kualitas lingkungan hidup meningkat dari 66,55 menjadi 70,27, indeks kualitas air yang meningkat dari 52,62 menjadi 53,53, rehabilitasi DAS, dan penurusan emisi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Saya berharap, kenaikan peningkatan capaian pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan memang betul-betul karena kinerja, bukan akibat menurunnya aktivitas industri atau pabrik maupun arus transportasi yang berkurang yang merupakan dampak dari pandemi,” kata Akmal di Jakarta, Jumat (11/6).

Menurut Akmal, perlu pembuktian yang menyeluruh peningkatan capaian pembangunan kualitas lingkungan ini agar di kemudian hari kita tidak terjebak prestasi semu, sehingga di tahun mendatang ketika pandemi usai, lingkungan dan kehutanan kembali terpuruk kualitasnya.

Politikus PKS ini mengingatkan kepada pemerintah, bersamaan dengan meningkatnya kualitas air dan menurunnya emisi gas, persoalan sampah tahun 2020 menjadi peringatan keras bagi negara betapa seriusnya untuk segera ditangani.

Fraksi PKS mencatat jumlah timbulan sampah selama tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton.

Sementara itu jumlah timbulan sampah yang terkelola baru mencapai 35,9 juta ton. Artinya masih terdapat sampah yang tidak terkelola mencapai 31,9 juta ton.

“Dengan tingginya jumlah sampah nasional yang tidak terkelola, saya meminta dengan keras agar pemerintah harus segera menata ulang perizinan impor sampah. Jangan ada lagi regulasi yang mengeluarkan izin impor sampah dalam beberapa tahun kedepan sampai kita benar-benar yakin negara ini mampu menangani sampah dalam negeri,” ucap Akmal.