Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Pil Anti-virus Untuk Pasien COVID

Lembaga regulasi obat-obatan di Australia telah menyetujui vaksin Novavax, juga dua obat yang bisa diberikan kepada pasien yang rentan dengan COVID-19.
Walaupun lembaga Therapeutic Goods Administration (TGA) sudah memberikan lampu hijau, Novavax masih harus mendapatkan persetujuan akhir dari lembaga lainnya, yakni Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI), untuk memutuskan siapa yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin.
Pemerintah Australia telah memesan 51 juta dosis vaksin Novavak.
Kepala TGA, John Skerritt mengatakan Novavax disetujui sebagai vaksin utama yang diberikan dalam dua dosis dengan jarak tiga minggu.
"Saya tahu ada minat dalam potensi Novavax digunakan sebagai booster atau bahkan dosis bagi anak-anak dan remaja … seperti vaksin lainnya, begitu ada datanya prioritas kami adalah akan meninjaunya," katanya.
"Teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin ini adalah teknologi yang teknologi terdahulu, yakni menggunakan protein," katanya.
Pil anti-virus ditambahkan ke pilihan pengobatan
Paxlovid produksi Pfizer serta Lagevrio dari perusahaan Merck Sharp and Dohme adalah obat-obat oral pertama untuk virus yang disetujui TGA untuk digunakan di Australia.
Sekitar 800.000 pil anti-virus diharapkan tiba di Australia dalam beberapa minggu mendatang.