Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

BPOM Perlu Mengedukasi Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas

Selasa, 24 Desember 2019 – 16:21 WIB
BPOM Perlu Mengedukasi Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas - JPNN.COM
Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Golkar, Yahya Zaini menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan obat, kosmetik dan makanan. Foto: dok pribadi for JPNN

Dalam kesempatan ini, turut hadir juga sebagai narasumber Rizca Andalusia, Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor BPOM serta perwakilan dari Balai Besar BPOM Jawa Timur, Endah Setiawati. Rizca menerangkan pentingnya warga mengetahui cara memilih makanan, kosmetik dan obat yang aman.

Dia kemudian memberikan tips cek lebih dulu produk yang akan dipilih punya izin edar atau tidak. BPOM menyedikan layanan aplikasi Cek Klik yang bisa diakses dengan mudah oleh masayarakat melalui smart phone.

Rizca juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih makanan sehari-hari, termasuk jajanan anak-anak di Sekolah. Karena, menurutnya, banyak bahan berbahaya yang terdapat dalam produk makanan, seperti, mie, kue, kerupuk, tahu, tempe dan ikan.

"Terkadang makanan tersebut, diberi bahan pengawet yang terbuat dari borak dan zat pewarna dari jenis rhodamin," ungkapnya.

Tidak ketinggalan warga juga diberi edukasi bagaimana cara mendapatkan izin edar. Pendaftaran bisa dilakukan secara online alias tidak perlu datang ke kantor BPOM.

Disela-sela acara, para peserta pun sangat antusias dalam bertanya, termasuk soal maraknya penjualan obat, makanan dan kosmetik melalui online yang cukup menggiurkan warga.

Masyarakat dapat mengadukan ke BPOM melalui saluran Hallo BPOM 1500533, jika mendapatkan obat, makanan kosmetik yang tidak aman dan tidak punya izin edar.

Di bagian akhir, Yahya Zaini berharap agar sosialisasi seperti ini dilakukan secara lebih massif agar bisa menjangkau masyarakat luas. "Sebab, tidak ada warga yang hidup sejahtera tanpa kesehatan yang prima," pesan Yahya menambahkan. (dil/jpnn)