Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Dua Kabupaten di Kalteng Catat Nol Kasus Positif Covid-19 dalam 25 Hari Terakhir

Sabtu, 27 Juni 2020 – 05:20 WIB
Dua Kabupaten di Kalteng Catat Nol Kasus Positif Covid-19 dalam 25 Hari Terakhir - JPNN.COM
Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari covid19goid

jpnn.com, PALANGKA RAYA - Kabupaten Sukamara dan Seruyan, Kalimantan Tengah, dapat memulai menerapkan tatanan normal baru masyarakat produktif dan aman COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga masyarakat tetap terjaga dari penularan virus corona.

"Terhitung 25 Juni 2020 tidak ada lagi positif COVID-19 di Sukamara dan Seruyan," kata Jubir COVID-19 Kalteng Rita Juliawati di Palangka Raya, Jumat (26/6).

Kasus positif COVID-19 di Sukamara sebanyak dua orang, kini semuanya sudah dinyatakan sembuh. Begitu juga di Seruyan sebanyak lima orang, semuanya juga sudah dinyatakan sembuh.

Selain itu, Sukamara dan Seruyan dalam rentang selama 28 hari dan 25 hari terakhir, tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru. Dengan demikian, Sukamara dan Seruyan sudah dapat dikategorikan tidak terdampak COVID-19 atau zona hijau.

Ia menyampaikan Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 mengapresiasi Bupati Sukamara dan Seruyan bersama seluruh jajaran serta masyarakat setempat, atas upaya dan kerja kerasnya selama ini.

Berdasarkan data gugus tugas, kabupaten dengan tingkat kesembuhan tertinggi jika dibandingkan kasus positif COVID-19 di wilayahnya, yaitu Sukamara, sembuh 100 persen atau sembuh dua orang dari dua yang terkonfirmasi positif.

Selanjutnya Seruyan, sembuh 100 persen atau sembuh lima orang dari lima terkonfirmasi positif dan Barito Selatan, sembuh 88,24 persen atau 15 orang dari 17 terkonfirmasi positif.

Sedangkan jumlah kasus kematian tertinggi yaitu Palangka Raya meninggal 23 orang, 44,23 persen dari total kasus kematian sebanyak 52 kasus kematian di Kalteng, Kapuas meninggal 19 orang atau 36,54 persen, serta Kotawaringin Timur dan Gunung Mas masing-masing meninggal dua orang atau 3,85 persen.

loading...