Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Faktor Musk, Tiongkok Bakal Kembali Rajai Pasar Kendaraan Listrik

Rabu, 09 September 2020 – 10:42 WIB
Faktor Musk, Tiongkok Bakal Kembali Rajai Pasar Kendaraan Listrik - JPNN.COM
Bos Tesla Elon Musk. Foto: AFP

jpnn.com, BERLIN - Tiongkok akan kembali merajai pasar kendaraan listrik pada akhir tahun ini, menurut analisis pasar yang dirilis oleh Pusat Riset Otomotif Jerman (Center for Automotive Research/CAR) pada Senin (7/9).

Penjualan mobil listrik di Eropa pada paruh pertama tahun ini naik tipis, namun "faktor (Elon) Musk" akan mendukung perkembangan pasar Tiongkok yang tidak akan melepaskan posisi puncaknya di pasar mobil listrik untuk 50 tahun ke depan, menurut perkiraan CAR.

Secara total, hampir 400.000 mobil yang sepenuhnya ditenagai listrik (fully electric) dan hybrid plug-in terjual di Eropa pada paruh pertama tahun ini. Sementara di Tiongkok, kendaraan listrik yang terjual pada periode yang sama hanya memiliki selisih 7.200 unit lebih sedikit dibandingkan Eropa, sebut CAR.

Tiongkok membuat "lompatan besar" dalam kendaraan yang sepenuhnya menggunakan listrik bersama Tesla. Menurut CAR, gigafactory Tesla di Shanghai menyumbang penjualan hampir 50.000 mobil listrik di Tiongkok pada paruh pertama tahun ini.

Berkat premi pembelian yang tinggi untuk mobil listrik di banyak negara Eropa, penjualan kendaraan fully electric dan hybrid plug-in di Eropa "meningkat secara signifikan," ungkap CAR.

Tiongkok dan Eropa "sangat menentukan terobosan global dalam mobilitas listrik," kata Direktur CAR Ferdinant Dudenhoefer dalam sebuah pernyataan, menyebut bahwa kedua kawasan itu "secara signifikan mendukung mobilitas nol emisi."

Sang direktur mengatakan kepada Xinhua bahwa 1,2 juta kendaraan listrik telah terjual di Tiongkok pada 2019, terbanyak di dunia.

Dalam hal penjualan kendaraan fully electric pada paruh pertama tahun ini, Tiongkok telah menjadi pemimpin pasar, sementara penjualan mobil hybrid plug-in di Eropa semakin meningkat, imbuh CAR. (Xinhua/ant/dil/jpnn)