Alexa Analytics

Film Teman Tapi Menikah 2, Kenal Lama tak Menjamin Rumah Tangga Indah

Kamis, 27 Februari 2020 – 10:09 WIB
Film Teman Tapi Menikah 2, Kenal Lama tak Menjamin Rumah Tangga Indah - JPNN.COM
Tayang hari ini: Salah satu adegan dalam film Teman Tapi Menikah 2 yang diperankan oleh Mawar de Jongh dan Adipati Dolken. Foto: ANTARA/Falcon Pictures

jpnn.com, JAKARTA - Film Teman Tapi Menikah 2 akan tayang di bioskop mulai hari ini. Film ini diadaptasi berdasarkan novel dengan judul yang sama.

Baik seri pertama maupun kedua merupakan kisah nyata dari pernikahan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Namun demikian, ada perbedaan subtansial.

Pada film Teman Tapi Menikah 1, lebih menggambarkan persahabatan antara Ayudia (Vanesha Prescilla) dan Ditto (Adipati Dolken) saat masih remaja kemudian perasaan mereka pun berubah menjadi cinta sehingga penceritaannya lebih menyenangkan, lucu, membuat baper dan romantis.

Teman Tapi Menikah 2 lebih berbicara tentang kehidupan pernikahan pria dan wanita yang berumur 24 tahun. Meski bersahabat selama 13 tahun lebih, Ayudia (Mawar de Jongh) dan Ditto (Adipati Dolken) tidak pernah tahu kebiasaan masing-masing saat di rumah.

Hal umum yang terjadi pada kehidupan rumah tangga, Ditto ternyata bukanlah orang yang teratur atau sering meletakkan barang seenaknya. Sedangkan Ayudia cenderung menjadi sering mengomentari banyak hal kecil.

Masalah kecil ini membuat keduanya menjadi sering bertengkar. Ditambah lagi, Ayudia ternyata langsung mengandung padahal keduanya memiliki banyak mimpi setelah menikah.

Mereka tidak pernah menyangka akan mendapat momongan secepat itu dan membuat dunia keduanya berubah 180 derajat. Ada kebahagiaan, keraguan hingga ketakutan yang membayangi pasangan muda ini, terlebih dengan kehadiran buah hati.

Sepanjang film kita memang disuguhkan dengan beragam konflik, mulai dari Ayudia yang tidak bisa menerima kebiasaan sang suami, Ditto yang kaget melihat perubahan sikap Ayudia saat hamil dan selalu berdalih hormon yang mempengaruhinya, serta konflik di antara keduanya tentang perlu tidaknya memiliki seorang anak jika hanya membawa masalah baru pada pernikahan.

loading...