Ganti Bisnis, BPR Ubah Nama
Jumat, 05 Oktober 2012 – 09:48 WIB
"Meski kompetisi sangat ketat dan market share BPR sangat kecil dibandingkan bank umum, Joko memproyeksi pertumbuhan BPR cukup cerah. Hal ini terlihat dari catatan pertumbuhan aset BPR yang terus meningkat. Hingga periode Agustus 2012, aset BPR secara nasional tumbuh 21,11 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Aset BPR hingga Agustus 2012 sebesar Rp 61,78 miliar, atau naik dari Rp 51,01 miliar pada Agustus 2011 silam. "Dilihat dari keseluruhan aset BPR, penguasaan kami hanya kurang dari 3 persen," terangnya.
Ke depan, BPR lebih memiliki komitmen kuat untuk penyaluran kredit pada sektor UMKM. Penyaluran kredit BPR konvensional terus meningkat 20,68 persen, dari Rp 39,73 triliun pada Agustus 2011, menjadi RP 47,947 miliar pada Agustus 2012. Ini artinya, loan to deposit ratio (LDR) dari industri BPR mencapai 83,63 persen per Agustus 2012. Posisi tersebut jauh lebih besar dibandingkan LDR pada 2011 yang hanya 78,54 persen. "Komitmen kami adalah menyalurkan pembiayaan UMKM. Karena karakteristik BPR adalah melakukan pelayanan yang sederhana dan cepat," tuturnya."(gal)