Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Gus Jazil: Jangan Menyebar Kebencian saat Pilkada

Rabu, 16 September 2020 – 15:04 WIB
Gus Jazil: Jangan Menyebar Kebencian saat Pilkada - JPNN.COM
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR di Indramayu, Jawa Barat. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, INDRAMAYU - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran kebencian dalam Pilkada Serentak 2020.

Menurut Gus Jazil -panggilan Jazilul, Pilkada merupakan perwujudan dari sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Pilkada bentuk perwujudan kedaulatan rakyat,” kata Gus Jazil, dalam Sosialisasi 4 PIlar MPR di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Dengan adanya hajatan politik lima tahunan itu, kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya menjadi terjaga. Namun dia mengingatkan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi itu tidak boleh diwarnai dengan dendam dan kebencian. Apalagi sampai memecah belah sesama anak bangsa.

“Menyebar kebencian bukan watak bangsa Indonesia. Kita harus menciptakan suasana suka cita dan kegembiraan," ucap koordinator nasional gerakan Nusantara Mengaji ini.

Sosialisasi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau 4 Pilar MPR di Gedung Serba Guna Mundak Jaya itu juga dihadiri anggota MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dedi Wahidi, serta beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Indramayu.

“Saya bersyukur bisa melakukan sosialisasi di Indramayu," kata politikus asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu.
 
Menurut Gus Jazil, Indramayu merupakan daerah yang subur dan kaya raya. Sawah terbentang luas dengan produk padi yang melimpah. Tak hanya itu, di utara Indramayu, ada lautan luas yang kaya dengan ikan.

Untuk itu dia berharap masyarakat di daerah itu bisa memannfaatkan semua potensi yang dimiliki daerah itu. "Apa yang ada perlu dimaksimalkan agar masyarakat bisa hidup sejahtera. Bukan malah sebaliknya kita impor beras,” tukas legislator PKB ini.

loading...