Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Info dari Gus Menteri tentang Progres Pencairan BLT dari Dana Desa di Masa Pandemi

Jumat, 08 Mei 2020 – 23:55 WIB
Info dari Gus Menteri tentang Progres Pencairan BLT dari Dana Desa di Masa Pandemi - JPNN.COM
Jumpa pers Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) bersama Mensos Juliari Batubara dan Menteri Desa PDTT A Halim Iskandar di Istana Negara, Jumat (8/5). Foto: Kemendes PDTT

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa sedikitnya 80 kabupaten dan kota yang tersebar diseluruh Indonesia sudah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa. Abdul Halim menyampaikan hal itu di Istana Negara, Jumat (8/5) dalam jumpa pers secara virtual.

Abdul Halim mengatakan bahwa angka 80 kabupaten dan kota yang telah mencairkan BLT itu berdasar data per 8 Mei 2020. Namun, Gus Menteri -sapaan akrabnya- memastikan angka itu akan terus bertambah.

"Sekitar sepuluh ribu desa telah mencairkan dana desa untuk BLT. Lalu sekitar 27 ribu lebih desa sudah melakukan pendataan untuk penerima BLT dan 24 ribu lebih desa yang sudah mengalokasikan untuk BLT," kata Gus Menteri dalam jumpa pers yang dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara itu.

Lebih lanjut Gus Menteri menjelaskan, penggunaan dana desa untuk BLT tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) bidang kesehatan dan ketahanan ekonomi.

"Semula untuk bidang kesehatan dalam bentuk desa tanggap COVID-19 yang di dalamnya mengatur pembentukan Relawan Desa Lawan COVID-19 dan dana desa untuk ketahanan ekonomi dalam bentuk padat karya tunai desa. Atas perintah presiden, akhirnya dana desa direalokasi digunakan untuk BLT. Karena itu kami lakukan revisi Permendes (peraturan menteri desa, red). Dari Permendes Nomor 11 Tahun 2019 menjadi Permendes Nomor 6 Tahun 2020," katanya.

Gus Menteri juga mengatakan bahwa penerima BLT dari dana desa adalah warga miskin yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi COVID-19. Sasaran BLT juga warga yang belum memperoleh bantuan apa pun dari JPS pemerintah.

"Ditambahkan sasarannya yakni keluarga yang memiliki rentan penyakit menahun atau sakit kronis. Ini kita tambahkan karena adanya kedekatan covid dengan penyakit menahun," katanya.

Dalam hal pendataan, Gus Menteri memastikan Relawan Desa Lawan COVID-19 yang dibentuk dan diketuai oleh kepala desa terus bergerak. Basis pendataan dimulai di tingkat RT.

loading...