Ini di Indonesia, Jalan Penuh Lumpur Seperti Bubur
”Sampai kapan masyarakat Antang Kalang harus selalu bersahabat dengan jalan yang seperti ini? Setiap hari harus melewati jalan yang penuh lumpur. Memang, daerah kami dikelilingi perusahaan besar (kelapa sawit), tapi keberadaan mereka tidak bisa memberi manfaat untuk masyarakat Antang Kalang. Apakah kami masyarakat Antang Kalang tidak pantas menikmati jalan yang enak seperti di kota?” katanya.
Netizens lainnya, Iman, menyindir renovasi rumah jabatan Bupati Kotim yang akhirnya lolos dalam pembahasan anggaran di DPRD Kotim.
Menurutnya, jalan di desa tak penting karena jarang dilihat pejabat pemerintahan.
Sedangkan rujab lebih penting karena tempat para pemimpin berkumpul.
”Apalagi (pejabat) yang datang dari pusat atau provinsi, mana ada yang turun ke desa. Jadi, wajar apabila jalan di desa tak diperhatikan,” ujarnya.
Netizen lainnya, Agus Prawono, menulis, kondisi demikian sudah berlangsung selama satu dekade lebih.
Selain penuh lumpur, kendaraan yang melintas juga sering rusak karena kondisi jalan yang memprihatinkan. (ign/jos/jpnn)