Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Irwan Fecho: Pak Jokowi, Jangan Tutup Telinga Atas Aspirasi Masyarakat Kaltim

Minggu, 08 Maret 2020 – 11:21 WIB
Irwan Fecho: Pak Jokowi, Jangan Tutup Telinga Atas Aspirasi Masyarakat Kaltim - JPNN.COM
Anggota Fraksi Demokrat DPR Irwan Fecho. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Irwan Fecho menyentil Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemilihan calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru yang akan dibangun di provinsi kaya minyak tersebut.

Sebelumnya, dari empat nama yang diumumkan Presiden Jokowi sebagai kandidat pemimpin Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, tidak satu pun tokoh maupun putra daerah Kaltim.

Keempat nama itu adalah Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Dirut PT Wijaya Karya Tumiyana dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Jokowi tidak boleh tutup mata dan telinga mengenai aspirasi masyarakat Kaltim terkait IKN. Jokowi harus arif dan bijaksana,” ucap Irwan kepada jpnn.com, Sabtu (7/3).

Politikus Demokrat yang beken disapa dengan panggilan Irwan Fecho itu menyebutkan, masyarakat menginginkan perpindahan IKN berjalan lancar. Namun pihaknya juga tidak menginginkan sejak awal proses IKN mengandung benih-benih ketidakadilan dan otoritarianisme.

“Kearifan dan kebijaksanaan Jokowi sebagai Presiden menjadi kunci kemajuan dan kedamaian IKN nanti. Pelibatan putra-putri terbaik Kaltim menjadi hal wajib yang harus diakomodir Presiden dalam badan otorita jika ingin proses pemindahannya berjalan sukses," tegas ketua DPP Demokrat ini.

Bagaimanapun, lanjutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) strategis nasional otomatis harus hijrah ke IKN. Nah, Irwan menilai pelibatan SDM lokal harus dilakukan sejak awal dalam peran-peran sentral agar tidak seperti saudara-saudara di Betawi yang terpinggirkan di DKI Jakarta.

“Saya mohon Pak Jokowi menjadikan ini pertimbangan prioritas. Jangan mengulang sejarah pahit dengan mengabaikan kearifan lokal dan keresahan hati masyarakat Kaltim. Saya yakin pak Jokowi arif dan bijaksana," tandas Anggota Komisi V DPR ini.(fat/jpnn)

loading...