Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19, Sinovac Makin Percaya Diri

Minggu, 17 Januari 2021 – 08:00 WIB
Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19, Sinovac Makin Percaya Diri - JPNN.COM
Presiden Jokowi saat proses vaksinasi Covid-19. Foto: tangkapan layar YouTube akun Sekretariat Presiden

jpnn.com, BEIJING - Vaksin Sinovac dan Sinopharm menggunakan metode yang sama, yakni melemahkan virus (inaktif) yang kemudian partikelnya dipakai untuk membangkitkan imun tubuh agar bisa mengenali virus penyebab COVID-19 tanpa harus menghadapi risiko infeksi serius.

Namun, Sinovac Biotech Ltd tidak setenar Sinopharm Group Co Ltd dalam tataran penelitian dan pengembangan vaksin yang menjadi solusi dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Apalagi Sinopharm yang berbadan hukum BUMN itu telah mengantongi izin edar vaksin secara terbatas dari otoritas obat-obatan China per 30 Desember 2020 setelah dinyatakan aman dengan tingkat efikasi yang mencapai 79,34 persen.

Dominasi Sinopharm pun sejak saat itu makin meluas di wilayah daratan berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu, apalagi sebelum izin keluar telah melakukan simulasi distribusi ke 31 provinsi di China.

Penggunaan di beberapa kota besar di China pun masif, meskipun secara terbatas hanya pada sembilan kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti petugas inspeksi barang beku impor bea cukai, operator transportasi publik, warga setempat yang hendak bepergian ke luar negeri untuk tujuan bekerja atau belajar.

Setelah mendapatkan kepercayaan luas di China, Sinopharm yang memiliki dua laboratorium biosecurity di Wuhan dan Beijing itu kemudian berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dari 12 juta dosis menjadi 1 miliar dosis dalam satu tahun.

Sementara, Sinovac masih belum mengantongi izin edar di China (setidaknya sampai tulisan ini diturunkan) karena menunggu hasil uji klinis tahap ketiga di Brazil, Turki, dan Indonesia.

Walau begitu Sinovac juga telah digunakan secara terbatas untuk keperluan darurat di tiga kota di Provinsi Zhejiang, yakni Yiwu, Jiaxing, dan Shaoxing.