Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Jumlah Kasus Covid-19 di RI Lampaui Tiongkok, Ketidakmampuan Pemerintah Kian Kelihatan

Minggu, 19 Juli 2020 – 22:55 WIB
Jumlah Kasus Covid-19 di RI Lampaui Tiongkok, Ketidakmampuan Pemerintah Kian Kelihatan - JPNN.COM
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (18/7) telah mencapai angka  84.882 orang. Angka itu melampaui jumlah kasus positif Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang disebut-sebut sebagai negara asal virus pemicu pandemi global itu.

Berdasarkan data dari Worldometers, Minggu (19/7), jumlah kasus positif Covid-19 di Tiongkok mencapai 83.660. Namun, tren kasus baru Covid-19 di Tiongkok menunjukkan penurunan, sedangkan di Indonesia malah sebaliknya.

Di Indonesia pertambahan kasus baru Covid-19 bisa di atas 1.000 per hari. Sementara di Tiongkok sudah di bawah 20 kasus baru per hari.

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mempertanyakan langkah dan kemampuan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Politikus Partai Demokrat (PD) itu menyebut jumlah kasus Covid-19 yang besar dan angka pertambahannya yang belum melandai mengonfirmasi anggapan tentang ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan pandemi akibat virus corona jenis baru tersebut.

“Pemerintah seharusnya mampu menekan laju penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia dengan berbagai sumber daya. Apalagi DPR RI pun telah menyetujui Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dan APBN-P 2020 yang di dalamnya memuat perubahan anggaran sangat besar untuk penanganan pandemi,” ujarnya.

Mantan menteri koperasi dan UKM itu lantas merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang menunjukkan positivity rate Indonesia masih sangat tinggi. Positivy rate adalah persentase kasus positif dibanding total sampel yang diperiksa.

Positivity rate di Indonesia terbilang tinggi, yaitu 12,2 persen. Sementara menurut WHO, idealnya positivity rate yang aman di bawah 5 persen.

Oleh karena itu Syarief mendorong pemerintah bekerja lebih keras, serta menggenjot penyaluran anggaran penanganan Covid 19  secara maksimal dan terarah guna menghentikan penularan. Anggota Majelis Tinggi PD itu juga mewanti-wanti pemerintah fokus pada penanganan Covid-19 terlebih dahulu.