Kebanyakan Sudah Hamil Duluan
”Biasa saja di rumah ketat pengawasannya, tapi di sekolah longgar ini bisa kecolongan,” ungkapnya.
Menurutnya, tingginya angka pernikahan anak saat ini juga dipengaruhi serbuan gadget-gadget yang menyebabkan anak bisa dengan bebasnya mengakses internet.
”Faktor utamanya lainya itu keberadaan gadget,” tuturnya.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya Nining Herlina mengatakan, untuk mencegah banyaknya pernikahan di usia anak, pihanknya akan turun langsung kesekolah-sekolah untuk menyosialisasikan penundaan usia perkawinan.
”Kita ada program ke sekolah-sekolah, terutama tingkat SLTA, kita sosialisasikan penundaan usia perkawainan,” ungkapnya.
Untuk pembinaan kepada orang tua, dikatakanya, pihaknya mengerahkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Tugas Pendamping Desa/Kelurahan (TPD) serta kader-kader Keluarga Berencana yang ada di posyandu. (oby)