Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kemenperin Catat 81 Proyek Investasi Diprediksi Serap 125.286 Tenaga Kerja

Sabtu, 06 Maret 2021 – 13:30 WIB
Kemenperin Catat 81 Proyek Investasi Diprediksi Serap 125.286 Tenaga Kerja - JPNN.COM
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan 81 proyek investasi bakal serap ratusan ribu tenaga kerja. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Kementerian Perindustrian mencatat terdapat 81 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp 921,84 triliun.

Menurut dia, proyek tersebut akan dipacu realisasinya untuk pengembangan proyek hilirisasi dalam kurun waktu tahun 2023-2030. Berdasarkan total investasi tersebut, Agus memprediksi bakal menyerap 125.286 tenaga kerja.

“Dari investasi ini, tentunya akan menciptakan lapangan kerja yang banyak. Hal ini yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Selain itu juga akan mengurangi tingkat pengangguran, baik itu karena pandemi atau angkatan kerja baru,” papar Agus lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (6/3).

Mantan Menteri Sosial itu memaparkan, saat ini pemerintah fokus untuk terus meningkatkan investasi.

Upaya itu dinilai strategis untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dari dampak pandemi Covid-19.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kunci pertumbuhan ekonomi kita adalah di investasi. Maka itu, Kemenperin aktif berkontribusi dalam menarik investasi baru, khususnya sektor industri,” kata dia.

Dia merincikan, pada sektor hilirisasi petrokimia Kemenperin terus mendorong realisasi investasi pengembangan industri petrokimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, yang akan menghasilkan produk olefin dan aromatik.

Berikutnya, lanjut dia, Kemenperin memacu hilirisasi nikel dalam rangka meningkatkan nilai tambah bahan baku nikel dan kobalt yang tersedia di Indonesia. Bahan baku ini dapat digunakan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.