Kepala BPPSDMP Kementan Sebut Pangan seperti NKRI, Harus Harga Mati
Dalam kunjungannya kali ini, secara simbolis Dedi juga me-launching ruang Kostratani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) dan melihat-lihat produk yang dihasilkan oleh Kostratani.
"Kostratani harus mendapat tempat di hati para petani. Kehadirannya tidak boleh hanya secara fisik tetapi sepak terjangnya yang harus ditunjukkan," jelasnya.
Dedi juga menyinggung agar para petani, Poktan, Gapoktan, KWT, P4S, petani milenial untuk memikirkan olahan produk pertanian.
"Bukan hanya tanamnya yang digalakkan tapi juga olahan dan pengemasan. Pemasaran harus dipikirkan. Bisa secara online atau masuk ke marketplace. Tentu ini akan memberi nilai lebih. Hasilnya lebih besar," ungkap Dedi.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Badung Ir. Made Mertayasa menjelaskan, pertanian di daerahnya justru maju di masa pandemi.
Pertumbuhan di sektor pertanian bertumbuh dan menopang pendapatan daerah.
"Saat sektor pariwisata yang menjadi andalan utama Kabupaten Badung sedang terpuruk, pertanian bisa memberikan devisa," katanya.
Semua itu, lanjut Mertayasa, karena peran penyuluh pertanian yang mampu mengajak berbagai pihak untuk terjun kembali dan menggerakkan sektor pertanian.