Ketua KPK Ajak Lembaga Keagamaan Aktif Cegah Korupsi
jpnn.com - JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengharapkan lembaga ataupun ormas keagamaan ikut aktif memerangi korupsi. Caranya adalah dengan gencar memberikan edukasi tentang pencegahan korupsi sejak dini.
Hal itu disampaikan Abraham saat menjadi pembicara pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis (15/5). Abraham di hadapan 1500 perserta Rapimnas LDII mengatakan, korupsi sudah merambah berbagai sektor. Bahkan, katanya, ada tren pelaku korupsi dari kalangan muda.
Pria asal Makassar itu lantas menyebut nama dua mantan politisi Partai Demokrat, M Nazaruddin dan Angelina Sondakh. "Kita melihat mereka yang telah menjadi tersangka dan divonis dalam kasus korupsi belakangan ini usianya berkisar 35 tahun ke bawah seperti Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Ada juga pegawai pajak yang baru-baru ini ditangkap usianya sekitar 25 tahun," bebernya.
Karenanya Abraham mengajak ormas keaganmaab seperti LDII bisa ikut mencegah korupsi. Termasuk dengan memberikan edukasi tentang antikoruopsi sejak dini. "Mari LDII bersama dengan KPK ikut memberikan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak sebagai bentuk pencegahan sejak usia dini," ajaknya.
Ajakan Abraham ternyata ditanggapi serius. Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mengemban amanah dari KPK tadi.
Abdullah mengatakan, pencegahan korupsi itu bisa dilakukan dengan menyisipkan materi antikorupsi di seluruh pendidikan usia dini (PAUD), sekolah, dan pondok pesantren yang dikelola LDII. Menurutnya, LDII bahkan sudah memasukkan kurikulum pendidikan antikorupsi sebagai pelajaran wajib.
Abdullah mengakui bahwa korupsi bisa menyebabkan generasi mendatang semakin rusak sehingga menjadi kewajiban bersama untuk mencegahnya. “Dan kita juga akan terus menjalin hubungan dengan KPK untuk mendapatkan masukan perbaikan pendidikan pencegahan korupsi," kata Abdullah.(ara/jpnn)