Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kinerja Pupuk Kaltim Tahun 2019 Capai Target

Kamis, 16 Januari 2020 – 14:24 WIB
Kinerja Pupuk Kaltim Tahun 2019 Capai Target - JPNN.COM
Ditektur Utama Pupuk Kaltim Basir Pasaman menandatangani karung pupuk dalam acara Tutup Tahun Produksi 2019 di Gudang Bagging 2. Foto: Humas Pupuk Kaltim

jpnn.com, JAKARTA - Kinerja Pupuk Kaltim tahun 2019 mencapai peningkatan dengan realisasi di atas target yang ditetapkan. Peningkatan tersebut dilihat berdasarkan realisasi kinerja produksi, penjualan, investasi, performance keuangan, hingga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, mengungkapkan kinerja produksi tahun 2019 sangat baik, dengan realisasi produksi pupuk (Urea dan NPK) mencapai 3.530.520 ton atau 100,84 persen dari target sebanyak 3.501.000 ton. Produksi Amoniak mencapai 2.720.339 ton atau 102,27 persen dari target sebanyak 2.660.000 ton. “Realisasi produksi Amoniak dan Urea mampu di atas target, meski beberapa pabrik melaksanakan Turn Around (TA),” papar Bakir Pasaman.

Peningkatan SDM Perusahaan dan daya saing juga tercapai secara signifikan, ditunjukkan melalui inovasi dan penghargaan berskala nasional maupun internasional. Tercatat ada 50 penghargaan yang berhasil diraih Pupuk Kaltim setahun terakhir, serta Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) berdasarkan Baldrige Excellent Framework (BEF) dengan skor 692 pada level Industry Leader. 

Seiring meningkatnya tantangan industri, sejumlah strategi pun menjadi fokus kesiapan Pupuk Kaltim mulai awal 2020. Utamanya menghadapi kondisi makro yang sangat berpengaruh terhadap capaian target Perusahaan, seperti ancaman resesi ekonomi global, kejenuhan pasar amoniak dan urea, hingga shifting perusahaan pupuk global yang mulai concern pada pemupukan presisi dan nutrient.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan petrochemical dan oleochemical, serta fokus pada sektor jasa yang ditarget mencapai profit signifikan. Selain itu, peningkatan pasar Non PSO, seiring turunnya alokasi pupuk subsidi beberapa tahun terakhir, termasuk pengembangan investasi melalui pabrik Crude Palm Oil (CPO) Kalianusa yang mulai beroperasi pada 2020, serta pembangunan pabrik Amonium Nitrate.

“Tahun 2020 kami tetap harus menuju petrochemical, dan jika harus di-agro industry, maka yang paling dekat adalah oleochemical dengan menghasilkan produk seperti green fuel dari CPO,” kata Bakir.

Komisaris Utama Pupuk Kaltim Sigit Hadiwinarto mengatakan, secara umum Pupuk Kaltim telah menorehkan hasil yang membanggakan, baik secara kinerja maupun produktivitas Perusahaan. “Semoga kinerja dan prestasi terus ditingkatkan Pupuk Kaltim di tahun 2020, serta berbagai upaya pengembangan yang dilakukan terlaksana sesuai target yang ditetapkan," harap Sigit. (ant/jpnn)

loading...