Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Mayjen Sisriadi Pastikan TNI Siap Mengerahkan Pasukan

Selasa, 28 April 2020 – 18:40 WIB
Mayjen Sisriadi Pastikan TNI Siap Mengerahkan Pasukan - JPNN.COM
Prajurit Kopassus TNI AD. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mabes TNI (Tentara Nasional Indonesia) siap mengerahkan pasukan untuk menghadapi kemungkinan terjadi gejolak sosial yang bisa mengarah ke tindakan anarkistis sebagai dampak pandemi virus corona COVID-19 yang berkepanjangan.

"TNI selalu berpikiran yang terburuk yang harus disiapkan terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang ini," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi dalam Webinar yang bertema "Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa dalam Menghadapi Wabah COVID-19" yang digelar atas kerja sama Jakarta Defence Studies (JDS) dengan Universitas Pertahanan (Unhan), di Jakarta, Selasa (28/4).

Sisriadi mengaku melihat kurva perkembangan COVID-19 di Indonesia memang ada sedikit laju penurunan penambahan jumlah kasus. Namun pihaknya belum yakin akan terjadi penurunan karena saat ini masih dalam jangka pendek.

"Kita masih harus siapkan kondisi terburuk yang bisa terjadi," kata Sisriadi.

Persiapan yang dilakukan oleh TNI, kata jenderal bintang dua ini, TNI menyiapkan 109 rumah sakit TNI di tiga matra, baik darat, laut maupun udara.

"Sekarang dimulai peningkatan kapasitas kesehatan itu. Dan TNI telah mengajukan peningkatan anggaran di TNI dan Kemhan dengan meminta persetujuan dari anggota DPR," katanya.

Menurut dia, kondisi terburuk di bidang keamanan masalah pandemi COVID-19 ini tak semata-mata masalah kesehatan, tetapi ada masalah ekonomi.

"Ketika masalah ekonomi yang menyentuh masyarakat pada akar rumput, ini berkaitan erat dengan masalah perut. Ketika masalah perut, maka bisa menjadi penyulut masalah keamanan yang lebih besar," ujarnya.

TNI siap mengerahkan pasukan untuk menghadapi kemungkinan terburuk dampak pandemi virus corona COVID-19.


BERITA LAINNYA