Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Megawati: Kepemimpinan Strategis Dihadapkan 3 Perubahan Besar yang Mendisrupsi Kehidupan Manusia

Jumat, 11 Juni 2021 – 20:45 WIB
Megawati: Kepemimpinan Strategis Dihadapkan 3 Perubahan Besar yang Mendisrupsi Kehidupan Manusia - JPNN.COM
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategis di Unhan RI, Jumat (11/6). Tim Dokumentasi Megawati Soekarnoputri

jpnn.com, BOGOR - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengatakan kepemimpinan strategis tidak bisa diukur dari keberhasilan di masa lalu. Menurut dia, kepemimpinan harus berkorelasi dengan masa kini, sekaligus melekat pada tanggung jawab untuk masa depan.

Hal itu diungkap Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pada pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategis di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6).

Putri Proklamator RI Bung Karno itu menjelaskan dalam perspektif kekinian, kepemimpinan strategis setidaknya dihadapkan pada tiga perubahan besar yang mendisrupsi kehidupan manusia.

Pertama, perubahan pada tataran kosmis sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia.

Hal ini memunculkan teknologi baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya seperti rekayasa atomistis.

Kedua, revolusi di bidang genetika, yang bisa mengubah keseluruhan gambaran tentang kehidupan ke arah yang tidak bisa dibayangkan dampaknya, manakala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dijauhkan dari nilai kemanusiaan.

Ketiga, kemajuan di bidang teknologi realitas virtual, yang mana seseorang dapat menikmati pengembaraan ke seluruh pelosok dunia bahkan ke luar angkasa tanpa meninggalkan rumahnya sama sekali.

Menurut Megawati, ketiga perubahan itu hadir dalam realitas dunia yang masih diwarnai berbagai bentuk ketidakadilan akibat praktik penjajahan gaya baru, tetapi tetap pada esensi yang sama. Yakni perang hegemoni, perebutan sumber daya alam, dan perebutan pasar, diikuti daya rusak lingkungan yang makin besar.