Menkopolhukam Harapkan Golkar Segera Islah
Pengadilan sebagai opsi untuk menentukan siapa pemimpin Golkar tidaklah perlu. Sebab, jika maju ke meja hijau, dikhawatirkan keadaan partai berbendera kuning itu akan memburuk.
Solusinya, Tedjo menganjurkan para petinggi partai untuk duduk bersama. Mereka harus bisa bermusyawarah dan bermufakat menghadapi permasalahan semacam ini.
"Ke depankan itu, daripada melalui proses hukum. Tapi diperlukan kebesaran jiwa masing-masing kelompok yg berkepentingan," kata Tedjo.
Perpolitikan di Indonesia saat ini diwarnai berbagai peristiwa. Yang menarik perhatian adalah munculnya tandingan-tandingan sebagai aksi protes dari kubu oposisi. Meski demikian, fenomena ini ditanggapi Tedjo sederhana.
Menurut dia tidak perlu meributkan permasalahan sedemikian rupa. Terlebih, politik sejatinya adalah alat negara. Bukan milik orang tertentu saja.
Tak sedikit pula yang menginginkan agar dinamika politik tak menganggu jalannya pembangunan di Indonesia. Tedjo mengaku sudah bertemu dengan tokoh-tokoh partai politik seperti Prabowo dan lain-lain.
"Baik dari Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih, sebetulnya mereka tidak mengharapkan ada kelompok tapi kita bersatu membangun bangsa ini," tutur Tedjo.
Pemerintah bersedia menerima kritik jika ada hal yang dirasa kurang. Tugas parlemen juga untuk memberikan masukan sebagai sesama penyelenggara negara. Intinya, jangan sampai rakyat merasa terganggu dengan perlambatan pembangunan.