Oknum Guru di Surabaya yang Memukul Murid Mengaku Khilaf dan Meminta Maaf
“Sebagai guru sebenarnya tidak boleh memukul, tetapi saat itu saya khilaf dan merasa emosi tinggi. Saya menyesal,” ucap dia.
Menurut JS, perkataan yang dilontarkan muridnya itu tidak benar dan saat mengatakannya bernada tinggi.
Niat guru olahraga tersebut membetulkan perbuatan muridnya, tetapi tersulut emosi.
“Perbuatan saya sebagai guru tidak patut dicontoh melakukan pemukulan,” tegasnya.
Setelah kejadian itu, JS mengaku langsung meminta maaf kepada seluruh muridnya di kelas.
Guru tersebut tak tahu kalau perbuatannya menjadi viral.
“Saya sudah meminta maaf dan memberikan wawasan bahwa kelakuan anak itu salah. Intinya permintaan maaf sudah saya lakukan, baik secara lisan atau secara perilaku ke rumah korban,” pungkas JS. (mcr12/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!