Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Puan Maharani Ajak Agamawan Meyakinkan Rakyat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

Kamis, 14 Januari 2021 – 15:42 WIB
Puan Maharani Ajak Agamawan Meyakinkan Rakyat Pentingnya Vaksinasi Covid-19 - JPNN.COM
Puan Maharani mengenakan batik dalam tugasnya sebagai ketua DPR RI. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap seluruh pemuka agama dapat turut menyukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah.

Puan menyatakan bangsa Indonesia pada Rabu (13/1), sudah menyaksikan bersama secara langsung di televisi Presiden Jokowi menjalani vaksinasi Covid-19 perdana.
Cucu Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno ini mengatakan bahwa itu untuk menunjukkan vaksin aman digunakan.

"BPOM sudah mengeluarkan izin edar darurat untuk vaksin Covid-19. Dan MUI sudah mengeluarkan fatwa halal terhadap vaksin ini," ujar Puan dalam webinar Dialog Antar-Umat Beragama bertema "Bersatu dalam Keragaman dan Kedamaian Mengatasi Pandemi Covid-19", yang digelar DPR, DPD, dan MPR secara virtual, Kamis (14/1).

Puan mengajak semua pihak, termasuk para pemuka agama untuk bersama-sama meyakinkan dan menunjukkan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 ini. "Vaksinasi ini diperlukan bila kita ingin Indonesia dapat segera mengatasi pandemi Covid-19," kata Puan.

Mantan menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (menko PMK) itu mengajak para pemuka agama untuk terus menyuarakan pentingnya persatuan, kepada seluruh umat beragama di Indonesia.

Dia berpesan agar kalangan agamawan jangan pernah lelah mengingatkan umat beragama di Indonesia tentang pentingnya menerapkan nilai gotong royong, yang merupakan intisari dari Pancasila dan bagian dari jati diri Indonesia.

Puan juga menegaskan bahwa membangun kekuatan nasional di bidang kesehatan untuk melawan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama atau gotong royong dari seluruh stakeholder.

Seperti, pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan tenaga kesehatan, organisasi agama, perguruan tinggi, lembaga riset bidang kesehatan, industri, dan swasta.