Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pujian Mbak Rerie buat Ikhtiar Pemerintah Bantu Penyintas Kanker

Jumat, 24 Januari 2020 – 20:17 WIB
Pujian Mbak Rerie buat Ikhtiar Pemerintah Bantu Penyintas Kanker - JPNN.COM
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: dok.pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengapresiasi sikap pemerintah yang mendengarkan suara para penyintas kanker payudara HER2, dengan menanggung kembali penggunaan obat trastuzumab oleh BPJS mulai 1 April 2020.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah mau mendengar suara kami penyintas kanker. Saya sebagai seorang penyintas bersama puluhan ribu lainnya sangat bersyukur atas keputusan pemerintah,” kata Lestari di Jakarta, Jumat (24/1).

Perempuan kelahiran Surabaya, 30 November 1967 itu merujuk kasus kanker yang dialaminya sendiri.

Menurut dia, dengan menggunakan trastuzumad, penderita mendapatkan kesempatan hidup lebih panjang.

“Seperti kasus saya, bila tanpa lanjutan targeted terapi trastuzumab, dokter mengatakan kesempatan hidup akan lebih pendek dibanding dengan mereka yang mendapatkan obat ini,” kata anggota DPR RI itu.

Karena itu, Lestari yang akrab disapa Mbak Rerie itu sangat bersyukur sekaligus memberikan apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak yang telah memperjuangkan sehingga BPJS menanggung kembali penggunaan obat trastuzumab.

“Terima kasih semuanya. Usaha bersama telah diwujudkan. Patut bersyukur penggunaan obat trastuzumab ditanggung kembali oleh BPJS. Semua tahu, kanker payudara adalah penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di dunia,” ungkap Rerie.

Sejak 2018 BPJS menyetop tanggungan atas penggunaan obat trastuzumab bagi penyintas kanker payudara. Alasannya, BPJS menilai obat ini tidak memiliki efek penyembuhan bagi para pasien kanker payudara.

Keputusan BPJS itu membuat penyintas kanker payudara di Indonesia yang pada 2018 berjumlah 58.256 orang (Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization) mengeluh.

loading...