Putri Anies dan Cak Imin Jadi Pembicara Locker Room Timnas Edisi Bali
"Dari abah kecil sama nenek itu sudah dibiasakan untuk menghormati perempuan dan terlibat di rumah tangga. Jadi aku melihat abah adalah sosok yang bisa memberdayakan perempuan dan memberikan kesetaraan bagi perempuan," tuturnya.
Terkait kesehatan mental dan kekerasan terhadap perempuan, Tia menilai ada kesulitan bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual untuk menyampaikan masalah yang dihadapi.
Karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait yang peduli untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan kesehatan mental ini.
"Jadi teman-teman yang melihat ada tetangga yang mengalami masalah ikut turun tangan, jadilah rumah aman untuk tetangganya sendiri," ucapnya.
"Contoh di DKI Jakarta itu ada rumah aman untuk perempuan yang mengalami kekerasan dan ada hotline 24 jam. Insyaallah ini juga yang akan diteruskan kalau diberikan amanah," bebernya.
Sementara itu, Safira mengatakan Generasi Z saat ini sudah banyak yang memahami pentingnya kesehatan mental.
Dia menambahkan, selain peran pemerintah perlu adanya support sistem dari lingkungan dan kekuatan dari diri sendiri untuk menjaga kesehatan mental.
"Ketika kita sadar, nyaman, dan kuat atas diri kita sendiri kita bisa lebih berdampak dan bermanfaat bagi orang lain dan di dalam lingkup sosial kita juga bisa lebih bahagia," ungkapnya. (jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru: